- TUKS Petrokimia Gresik raih predikat pelabuhan terbaik nasional GSPI ASRI 2026.
- Skor Green and Smart Port naik menjadi 94%, dorong logistik pupuk lebih efisien.
- Daconi: Pelabuhan modern perkuat rantai pasok pupuk dan ketahanan pangan nasional.
Suara.com - Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) milik PT Petrokimia Gresik mencatatkan capaian strategis dengan menyandang predikat pelabuhan terbaik nasional dalam asesmen Green and Smart Port (GSP) pada ajang Green and Smart Port Initiatives (GSPI) Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) 2026. Prestasi ini dinilai memperkuat efisiensi logistik perusahaan sekaligus menopang kelancaran rantai pasok pupuk nasional.
Predikat tersebut diraih setelah TUKS Petrokimia Gresik membukukan nilai asesmen sebesar 94 persen, meningkat signifikan dibandingkan capaian 82 persen pada 2022. Penilaian dilakukan berdasarkan Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023 yang mengacu pada regulasi nasional serta praktik terbaik internasional.
Peningkatan skor tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam menerapkan konsep pelabuhan hijau dan cerdas melalui penguatan tata kelola kepelabuhanan, efisiensi energi, digitalisasi operasional yang terintegrasi, hingga inovasi berkelanjutan untuk menjaga kelancaran pasokan bahan baku produksi dan distribusi pupuk ke berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan pencapaian tersebut merupakan bukti konsistensi perusahaan dalam membangun sistem kepelabuhanan yang modern sekaligus mendukung kelancaran rantai pasok pupuk nasional.
Menurutnya, kepelabuhanan menjadi infrastruktur strategis yang memastikan bahan baku dapat tersalurkan secara tepat waktu sehingga proses produksi dan distribusi pupuk tetap berjalan optimal dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
"Pencapaian ini menunjukkan komitmen kami dalam menghadirkan pengelolaan pelabuhan yang semakin modern, efisien, dan berkelanjutan. Transformasi akan terus kami lanjutkan melalui penguatan digitalisasi, peningkatan standar keselamatan, efisiensi layanan, serta inovasi agar mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan sistem logistik pangan nasional," ujar Daconi.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh besarnya produksi, tetapi juga ditopang sistem logistik yang mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara efektif.
Menurutnya, pelabuhan merupakan simpul penting yang menghubungkan proses produksi, distribusi hingga ketersediaan pangan. Karena itu, transformasi menuju pelabuhan hijau dan cerdas menjadi kebutuhan untuk meningkatkan daya saing nasional.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus menyempurnakan implementasi GSPI ASRI melalui penguatan instrumen penilaian, peningkatan aspek keamanan, kesehatan, kebersihan, dan keindahan pelabuhan, serta memperluas partisipasi pelabuhan di berbagai daerah.
Baca Juga: Kabar Gembira! Harga Solar untuk Nelayan Resmi Dipatok Rp15.000 per Liter
Dalam kesempatan tersebut, Menko Zulhas bersama jajaran menteri juga meninjau berbagai fasilitas di TUKS Petrokimia Gresik yang menampilkan implementasi digitalisasi, efisiensi operasional, keselamatan kerja, dan aspek keberlanjutan dalam pengelolaan kepelabuhanan.
Penghargaan GSPI ASRI 2026 diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan kepada Petrokimia Gresik dalam acara puncak GSPI ASRI 2026 di Dermaga C Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Selasa (15/7/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, serta Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Hyunsuk CIX Gabung Study Group 2, Bakal Jadi Musuh Utama Hwang Minhyun
-
Hilang 3 Hari, Eks Sales Rokok di Nganjuk Ditemukan Terkubur Tak Wajar di Pekarangan Rumah
-
3 Zodiak Paling Dibenci karena Sifatnya yang Nyebelin, Ada Favoritmu?
-
Modernisasi Pelabuhan Dorong Efisiensi Distribusi Pupuk Nasional
-
Efek AS Blokir Selat Hormuz Sudah Terasa, Tanker Minyak Menuju Iran Lumpuh
-
Bedak Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak di Indonesia? Ini 5 Produk Lokal yang Murah
-
Gelegar Ledakan di Malam Sunyi: Toko Sembako di Mojoagung Ludes Terbakar, Satu Korban Terluka
-
Emas Diprediksi Meroket ke Level Tinggi Imbas Aksi Borong Bank Sentral Dunia
-
DPR Minta BPJS dan Danantara Bantu Pasar Modal Redam Dana Asing yang Keluar
-
Final Piala Dunia 2026 Hari Apa? Catat Tanggal, Jam, dan Cara Nonton Resminya