-
Iran menerapkan strategi ganda melalui kesiapan militer total dan keterbukaan jalur diplomasi.
-
Konflik eksistensial dengan Amerika Serikat memicu pengetatan kendali Iran di Selat Hormuz.
-
Ketua Parlemen Iran menjamin perlindungan penuh bagi warga selatan yang terdampak serangan.
Suara.com - Iran menegaskan komitmennya untuk memperkuat pertahanan nasional dari ancaman eksternal tanpa menutup pintu negosiasi. Langkah strategis ini diambil demi menjaga stabilitas kawasan dan kedaulatan negara dari tekanan asing.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa negaranya kini berada dalam pusaran konflik yang bersifat fundamental dan eksistensial dengan Amerika Serikat. Respons tegas disiapkan guna menghadapi segala bentuk konfrontasi yang mengancam kedaulatan Teheran.
Pihak pemerintah menekankan bahwa langkah militer diambil murni sebagai bentuk pertahanan diri, bukan provokasi. Keseimbangan antara diplomasi dan kesiapan perang menjadi strategi utama luar negeri mereka saat ini.
"Kami tidak pernah menyambut perang, dan tidak melakukannya sekarang, tetapi kami harus selalu bersiap untuk pertempuran dan siap mempertahankan keamanan nasional serta kepentingan kami dengan nyawa kami," kata Ghalibaf.
"Pada saat yang sama, kita juga harus menggunakan diplomasi dan negosiasi untuk memajukan dan mengonsolidasikan kepentingan nasional kita."
Ketegangan ini berdampak langsung pada komitmen internasional yang selama ini disepakati oleh Teheran. Iran tidak segan mengambil langkah ekstrem jika kesepakatan yang ada justru merugikan posisi mereka.
Ghalibaf memperingatkan bahwa Iran "tidak memiliki alasan untuk tetap berkomitmen pada suatu perjanjian jika tidak memperoleh manfaat darinya".
Situasi ini memicu kesiagaan penuh di seluruh lini pertahanan negara.
Kebebasan bergerak telah diberikan kepada otoritas militer demi merespons segala bentuk provokasi musuh di lapangan. Pihak Teheran menegaskan bahwa angkatan bersenjata memiliki kebebasan penuh untuk bertindak dalam situasi darurat.
Baca Juga: Pasien Rumah Sakit Kanker Anak Dievakuasi karena Serangan Udara AS ke Pantai Selatan Iran
Fokus utama pertahanan kini tertuju pada penguasaan penuh atas jalur maritim strategis di Selat Hormuz. Jalur ini menjadi titik krusial bagi ketahanan ekonomi dan militer Teheran.
Ghalibaf menuduh Amerika Serikat sedang mencoba melemahkan pengaturan Iran melalui kekuatan.
Posisi geopolitik wilayah perairan tersebut dinilai tidak dapat diganggu gugat oleh pihak luar.
Pertahanan di wilayah perairan ini menjadi harga mati bagi keberlangsungan negara. Menurut otoritas setempat, keamanan nasional kita bergantung pada pelestarian kendali penuh atas selat strategis tersebut.
Pemerintah juga memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang bermukim di wilayah selatan. Kawasan tersebut kerap menjadi sasaran utama dalam berbagai serangan udara selama konflik berlangsung.
Apresiasi tinggi diberikan kepada warga lokal yang dinilai menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan wilayah. Komitmen perlindungan total diberikan oleh otoritas pusat kepada masyarakat setempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Begini Strategi Rebranding Emiten Bank BCIC
-
3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
-
IHSG Masih Bergerak di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau ASGR
-
Wajib Punya! 5 Parfum Vanilla-Floral Lokal & Mewah yang Bikin Jatuh Cinta
-
Sering Tertukar? Ini Cara Mudah Membedakan Soal Cerita KPK dan FPB dalam Matematika
-
Sejumlah Pejabat Polda Riau Dimutasi, Karo SDM hingga 3 Kapolres
-
Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Tembus US$90 Lagi
-
Terdampak Kabut Asap, Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Lumpuh
-
Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha
-
Profil KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Silsilah, Karier, dan Gurita Bisnis