Suara.com - Setiap orang memiliki risiko alergi terhadap makanan, minuman, atau zat tertentu. Alergi biasanya merupakan kondisi bawaan sejak anak lahir. Itu sebabnya, orangtua perlu tahu adakah zat tertentu yang bisa jadi pencetus alergi pada anak
Tapi banyak juga yang menyangka jika alergi bisa menular melalui air susu ibu (ASI) kepada anak. Benarkah?
Dr. Nana Novia Jayadi, SpKK memastikan anggapan itu tidak tepat dan keliru, karena alergi sudah bawaan lahir dan disebabkan oleh genetik yang diturunkan oleh orangtua.
"Alergi diturunkan secara genetik dari orangtua, bisa dari ibu bisa dari kedua-duanya, itu proporsinya berbeda-beda. Jadi sebenarnya sejak dalam kandungan itu menentukan ibu dan anak sudah memberikan alergi," ujar dr. Nana dalam acara peluncuran Sentuhan Ibu Nivea, Kamis (10/12/2020).
Jadi, ASI tidak menularkan alergi. Hanya saja, apabila anak mengalami reaksi alergi dari makanan atau minuman tertentu, itu bisa bersumber dari apa yang si ibu makan atau minum.
"Anak mempunyai alergi dari makanan tertentu, itu apa yang ibu makan bisa memengaruhi reaktivitas pada anak, tapi bukan alergi yang diturunkan melalui ASI," jelas dr. Nana.
Proses reaksi alergi pada anak bayi yang masih menyusu dipicu oleh makanan yang dikonsumsi ibu, lalu tersalurkan melalui air ASI yang diminum bayi.
Misalnya bayi reaksi terhadap kacang, maka saat ibu mengonsumsi kacang yang terserap melalui ASI yang diminum bayi, maka ia akan mengalami gejala alergi.
Itulah mengapa penting bagi orangtua untuk memeriksakan kesehatan anak ke dokter agar diketahui apakah anak mengalami alergi, dan apa saja zat yang memicu alerginya. Dengan begitu, bisa diantisipasi atau dihindari zat-zat atau makanan pemicu alergi kambuh.
Baca Juga: Bukan Cuma karena Alergi, Ruam di Kulit Juga Bisa Muncul karena Faktor Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026