Suara.com - Diabetes tipe 2 adalah kondisi yang disebabkan oleh gula darah tinggi. Gula darah yang sehat akan memasok tubuh dengan energi, tapi memiliki terlalu banyak gula darah bisa menyebabkan kerusakan pada tubuh.
Salah satu tanda gula darah tinggi karena diabete tipe 2 adalah rasa lapar yang berlebihan atau peningkatan nafsu makan. Secara medis, kondisi ini dikenal sebagai polifagia.
Peningkatan rasa lapar biasanya merupakan respons terhadap hal-hal normal, seperti olahraga intensif atau aktivitas berat lainnya. Tapi, polifagia bisa menandakan kadar gula darah (glukosa) yang tinggi.
"Pada diabetes yang tidak terkontrol di mana kadar glukosa darah tetap tinggi secara tidak normal (hiperglikemia), glukosa dari darah tidak bisa masuk ke dalam sel, baik karena kurangnya insulin atau resistensi insulin," jelas Diabetes.co.uk dikutip dari Express.
Sehingga tubuh tidak bisa mengubah makanan yang Anda konsumsi menjadi energi untuk beraktivitas. Padahal kekurangan energi bisa menyebabkan rasa lapar meningkat.
Namun, badan kesehatan itu mengatakan makan saja tidak cukup untuk menghilangkan rasa lapar polifagia pada orang dengan diabetes yang tidak terkontrol. Karena, kondisi ini hanya akan menambah kadar glukosa darah yang sudah tinggi.
Sebaliknya, perubahan gaya hidup biasanya diperlukan untuk menurunkan kadar gula darah dan mengatasi gejala yang terkait.
Olahraga teratur salah satu cara paling efektif untuk menurunkan kadar gula darah. American Diabetes Association (ADA) menjelaskan sensitivitas insulin meningkat, sehingga sel otot Anda lebih mampu menggunakan insulin yang tersedia untuk mengambil glukosa selama dan setelah aktivitas.
Terlebih lagi, sel bisa mengambil glukosa dan menggunakannya untuk energi ketika otot berkontraksi selama aktivitas. baik saat insulin terdia atau tidak.
Baca Juga: Bolehkah Orang Alergi Penisilin Suntik Vaksin Virus Corona? Ini Saran Ahli!
Menurut Diabetes UK, tidak ada satu jenis aktivitas fisik yang terbaik untuk semua penderita diabetes. Karena, aktivitas fisik bergantung pada banyak hal, termasuk banyaknya waktu yang Anda miliki.
Pikirkan tentang aktivitas fisik yang bisa menyesuaikan hidup Anda, bukan sebaliknya. Anda juga harus mengombinasikan dengan jenis olahraga lain.
Selain itu, Anda harus memperbaiki pola makan dengan membatasi makanan tertentu. Karbohidrat adalah sederhana salah satu penyebab terburuk diabetes tipe 2. Karena, mengonsumsinya bisa menaikkan kadar gula darah dengan cepat.
Karbohidrat sederhana meliputi, roti putih, kentang, dan nasi putih memiliki peringkat tinggi pada indeks glikemik (GI). GI adalah sistem peringkat untuk makanan yang mengandung karbohidrat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh