Suara.com - Meski layak disebut makanan sehat, beberapa jenis makanan tertentu sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Alih-alih menyehatkan, kelebihan konsumsi makanan ini justru dapat menyebabkan masalah pada kesehatan Anda. Dilansir dari Bright Side, ini dia 8 jenis makanan sehat yang sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan, serta dampaknya pada tubuh.
1. Wortel
Wortel kaya akan beta-karoten yang akan diubah tubuh menjadi vitamin A. Namun, kelebihan beta-karoten di dalam tubuh dapat menyebabkan karotenemia, penyakit yang membuat kulit Anda menjadi kekuningan. Secara bertahap, kondisi ini akan menghilang saat karoten sudah selesaii diproses dan tidak menyebabkan bahaya.
2. Kombucha
Minuman tradisional China yang satu ini terkenal bermanfaat untuk pencernaan lantaran dapat meningkatkan bakteri baik di usus. Namun, kombucha juga mengandung senyawa yang disebut FODMAP, produk sampingan dari fermentasi jamur yang jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kembung dan gangguan pencernaan.
3. Air
Terlalu banyak air dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dan menurunkan kadar natrium hingga titik terendah ketika ginjal Anda tidak dapat memprosesnya lagi. Konsekuensi lain, dalam kasus yang ekstrim, adalah penumpukan air di otak yang membuatnya membengkak dan meningkatkan tekanan karena tengkorak manusia tidak dapat meregang. Meskipun sangat jarang, kedua kasus tersebut dapat terjadi pada atlet yang merasakan kebutuhan kompulsif untuk rehidrasi setelah sesi latihan yang lama atau pada orang dengan masalah ginjal.
4. Alpukat
Alpukat mengandung serat dan banyak vitamin. Ini juga dapat membantu Anda menurunkan kolesterol jahat (LDL) karena kandungan lemak tak jenuh yang tinggi. Tapi lemak tetaplah lemak. Satu buah alpukat mengandung 240 kalori, yang memenuhi sekitar 10% -20% dari asupan kalori ideal. Konsumsi terlalu banyak kalori dapat menyebabkan masalah penyumbatan arteri. Jumlah terbaik adalah sekitar setengah atau 1 buah alpukat sehari jika dimakan langsung.
5. Bit
Bit adalah sumber vitamin dan mineral yang baik, mengandung banyak oksida nitrat yang diubah tubuh menjadi nitrat yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Nitrat kemudian diubah menjadi nitrosamin yang juga ditemukan dalam daging, yang berarti dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit. Karena itu, sebaiknya hindari mengombinasikan bit dengan daging merah.
6. Rumput laut
Rumput laut adalah produk non-hewani yang kaya vitamin B12, menjadikannya sebagai pengganti daging yang bagus dalam pola makan vegan dan vegetarian. Rumput laut juga dapat membantu menurunkan berat badan karena tinggi iodium dan serat. Tetapi asupan iodium yang tinggi dapat menyebabkan masalah tiroid dan bahkan penambahan berat badan. Rumput laut mungkin juga mengandung logam berat dalam jumlah tinggi tergantung di mana ia tumbuh.
7. Kedelai dan turunannya
Kedelai kaya akan vitamin B, serat, kalium, magnesium, dan protein. Proteinnya cukup lengkap karena mengandung semua 9 asam amino esensial yang tidak dapat dibuat oleh tubuh. Tetapi jika Anda baru-baru ini mengubah pola makan karena masalah tiroid, waspadalah. Kedelai dapat mengganggu pengobatan hormon yang digunakan untuk mengobati hipotiroidisme pada pasien wanita. Meskipun studi belum meyakinkan, ada baiknya memantaunya dengan cermat.
8. Biji chia
Meskipun biji chia kaya akan omega-3, sejauh ini belum ada bukti yang ditemukan tentang manfaat kesehatannya, khususnya terkait penyakit kardiovaskular. Omega 3 yang terkandung dalam biji chia lebih sulit diserap daripada jenis omega 3 yang ada pada salmon. Jadi meskipun mengandung omega 3 lebih banyak, Anda perlu makan sekitar 100 gram biji chia untuk diserap sama seperti halnya omega 3 dari ikan. Padahal, 100 gram biji chia mengandung sekitar 500 kalori, yang hampir sama dengan hamburger cepat saji.
Baca Juga: Tambahkan ke Masakan, Ini 3 Manfaat Kesehatan Kayu Manis
Jadi, hati-hati dalam mengonsumsi makanan sehat ya. Perhatikan juga takarannya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI