Suara.com - Meski telah mendapatkan vaksin Covid-19, tubuh akan tetap membutuhkan waktu untuk membangun respons kekebalan yang akan membuat Anda tetap aman dan terlindungi dari virus corona.
Melansir dari Huffpost, reaksi tubuh terhadap vaksin yang harus menunggu waktu tersebut membuat para dokter meminta masyarakat untuk tidak lengah bahkan setelah divaksinasi. Dengan kata lain, perlu waktu hingga vaksin bereaksi sehingga masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan dengan tertib.
Kebanyakan vaksin dirancang untuk mencegah Covid-19 menggunakan jenis teknologi vaksin yang disebut messenger RNA (mRNA). Setiap suntikan di lengan pada dasarnya mencakup instruksi yang mengajari tubuh dalam cara melawan dan menggoyahkan virus corona.
"Harapannya adalah ketika seseorang terpapar virus yang sebenarnya, mereka sudah memiliki antibodi yang telah terbentuk sebelumnya untuk menghindari infeksi atau setidaknya mengurangi keparahannya," kata Onyema Ogbuagu, seorang dokter penyakit menular di Yale Medicine.
Tubuh Anda membutuhkan waktu bisa bereaksi terhadap virus corona dan membangun sistem pertahanan yang dapat secara efektif melumpuhkan virus. Proses ini tidak terjadi dalam semalam, jadi Anda secara teknis tidak akan aman segera setelah divaksinasi.
Sebagian besar vaksin Covid-19 diberikan dalam dua dosis, biasanya diberikan terpisah tiga hingga empat minggu untuk meningkatkan kadar antibodi dan perlindungan Anda.
"Keseluruhan proses itu biasanya memakan waktu sekitar 28 hari dan selesai segera setelah Anda mendapatkan suntikan kedua," menurut Ogbuagu. Jadi Anda setidaknya membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan agar vaksin bereaksi dengan baik.
Vaksin dari Moderna dan Pfizer adalah vaksin dua dosis, yang berarti Anda perlu suntikan penguat kedua beberapa minggu setelah suntikan pertama. Dengan vaksin satu dosis, seperti kandidat Johnson & Johnson, tubuh Anda masih membutuhkan waktu sekitar 29 hari untuk memecahkan kode dan membangun kekebalan yang cukup terhadap Covid-19.
"Saat Anda mendapatkan vaksin, biasanya ada jeda waktu antara saat Anda mendapat vaksin dan saat Anda terlindungi dari virus. Ini hanya waktu yang dibutuhkan sistem kekebalan Anda untuk merespons antigen baru dan mengembangkan ingatannya ketika bersinggungan dengan infeksi baru," kata Ogbuagu.
Baca Juga: Juliari Diduga Sunat Bansos Lebih dari Rp10 Ribu, KPK Mau Cek Sembako Warga
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak