News / Nasional
Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB
Megawati Hadiri Pameran “Meretas Jalan Demokras". (Suara.com/Faqih)
Baca 10 detik
  • Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri mengunjungi pameran sejarah di Taman Ismail Marzuki Jakarta pada Selasa, 21 Juli 2026.
  • Megawati berpesan agar generasi muda memiliki nilai keberanian serta kesadaran kesetaraan hak warga negara di hadapan hukum.
  • Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian refleksi memperingati tiga puluh tahun tragedi penyerangan kantor DPP PDI atau Kudatuli.

Suara.com - Presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri menitipkan pesan bagi generasi muda Indonesia. Ia berharap anak muda memiliki nilai-nilai yang dapat menjadi pedoman dalam mewujudkan cita-cita bangsa ke depan.

Pesan tersebut dituliskan Megawati usai melihat pameran sejarah dan arsip foto “Meretas Jalan Demokrasi” di Ruang Museum Koleksi, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).

Saat itu, Megawati didampingi putranya yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Prananda Prabowo. Keduanya menyaksikan tayangan video mengenai peristiwa penyerangan kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai Kudatuli.

Usai menyaksikan tayangan tersebut, Megawati kemudian menuliskan pesan panjang di dinding berwarna hitam yang berada di salah satu sudut ruang pameran.

“Anak Muda Indonesia, Ingat! Keyakinan, keteguhan, keberanian, kesabaran harus selalu ada dalam sanubarimu. 4 ini jadi 1 yang disebut: keberanian pasti menang,” tulis Megawati.

Ia juga menambahkan pesan mengenai kesetaraan hak warga negara di hadapan hukum.

“Untuk Warga Negara Indonesia: Warganegara mempunyai HAK yang sama di mata hukum,” tulisnya.

Megawati mengungkapkan alasan dirinya menuliskan pesan tersebut dengan mencantumkan status sebagai Presiden Kelima RI, bukan sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan.

Menurutnya, generasi muda merupakan pihak yang akan melanjutkan perjalanan sejarah bangsa.

Baca Juga: 30 Tahun Kudatuli, Megawati Saksikan Kembali Jejak Kelam Demokrasi Lewat Pameran Arsip

“Karena yang mestinya nanti membawa sejarah bangsa ini ya kalian ini loh, nih muda-muda ini! Tolong jangan melongo! Mikir! Dan masukkan ke dalam hati sanubari bahwa saya adalah orang Indonesia dan saya punya harga diri untuk menjadi Indonesia,” ujar Megawati.

Mengenang Peristiwa Kudatuli

Megawati menghadiri pembukaan pameran sejarah dan arsip foto “Meretas Jalan Demokrasi” sebagai bagian dari rangkaian refleksi memperingati 30 tahun Peristiwa 27 Juli 1996 atau Kudatuli.

Pantauan di lokasi, Megawati tampak mengenakan pakaian bernuansa merah dengan selendang batik. Ia didampingi Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto serta Prananda Prabowo.

Pameran tersebut menampilkan perjalanan sejarah bangsa dari era 1965 hingga 1999, termasuk perjalanan kepemimpinan Presiden pertama RI Soekarno, kiprah politik Megawati, peristiwa Kudatuli, hingga masa Reformasi.

Sebagai informasi, Peristiwa Kudatuli merupakan insiden berdarah yang terjadi pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Tragedi tersebut dipicu oleh konflik internal Partai Demokrasi Indonesia (PDI) antara kubu Megawati Soekarnoputri dan kubu Soerjadi yang didukung oleh pemerintah Orde Baru.

Penyerbuan markas pendukung Megawati oleh massa pro-Soerjadi dan aparat kemudian memicu kerusuhan. Berdasarkan catatan Komnas HAM, peristiwa tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia, 149 orang luka-luka, dan 23 orang hilang.

Load More