Suara.com - Saran seorang bidan atau dokter kandungan untuk melakukan USG dan mengonsumsi vitamin selama masa kehamilan sangat beralasan. Ya, semua itu dilakukan agar janin dalam kandungan bisa berkembang dengan baik, sehat dan normal, tanpa kekurangan satu apapun.
Sayangnya, tak sedikit ibu hamil yang menyepelekan hal tersebut, salah satunya dikisahkan dalam sebuah video di TikTok yang diunggah akun @channamix.id baru-baru ini.
Dalam video itu terlihat seorang wanita berhijab tengah berjuang melahirkan bayinya. Sambil mengejan, ia dibantu oleh seorang tenaga kesehatan.
"Ini adalah perjuangan pertamaku melahirkan. Menunggu buah hati yang didambakan lahir ke dunia," tulisnya dalam video tersebut.
Perempuan itu menambahkan, jika selama hamil dirinya tidak pernah meminum vitamin yang diresepkan dokter padanya. Ia juga selalu melewatkan USG dan jarang makan makanan bergizi.
Tak disangka, hal ini mengakibatkan bayi yang dilahirkannya memiliki kondisi yang tak sempurna. Jari bayi mungil itu mengalami kelainan karena tidak tumbuh sempurna. Bagian tangannya pun menekuk dan tak bisa luruskan.
Melihat keadaan buah hatinya, perempuan ini pun begitu menyesal, karena tak pernah menghiraukan anjuran bidan maupun dokter selama masa kehamilan.
"Menyesal dan sangat menjadi pelajaran untukku," tulisnya.
Kisah yang telah dilihat oleh lebih dari 3,5 juta orang ini juga diharapkan menjadi pelajaran bagi setiap ibu hamil agar tak melewatkan USG dan selalu meminum vitamin yang diresepkan oleh bidan atau dokter kandungan.
Baca Juga: Video Raba-Raba di Motor Viral, Sejoli Mesum di Surabaya Diperiksa Polisi
Ini membuat banyak warganet berkomentar. Tak sedikit yang mengingatkan betapa pentingnya makan makanan bergizi dan minun vitamin selama hamil.
Banyak pula yang menguatkan perempuan tersebut, agar bisa tetap semangat merawat bayi kecilnya yang dilahirkan spesial.
"Jadi calon ibu jangan egois kalau mau hamil ya harus siap minum vitamin, asam folat dan makanan yang bergizi. Nggal hatus mahal kok untuk makanan bergizi. Pisang, tahu tempe, sayur sop," nasihat @mamicellin.
"Sabar ya bunda, InsyAllah anak bunda menjadi anak yang membanggakan walau ada keterbatasan dan buat bunda-bunda yang lain selalu turuti anjuran dokter," tulis @nonik170211.
"Maaf tapi kalau mbaknya bilang menunggu buah hati yang "didambakan" lahir, kenapa ga disayang dengan makan makanan bergizi dan minum vitamin?," ucap @mozaaaakuy.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan