Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria salat di tengah jalan ramai diperbincangkan warganet. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @bintangtenggarafm, Kamis (17/12/2020).
Berdasarkan keterangan unggahan tersebut, diketahui momen pria salat di tengah jalan itu terjadi di Banyuwangi, Jawa Timur.
"Pak RUDI menyampaikan sempat melihat orang yang sedang sholat di tengah jalan, tepatnya dari arah Jajag sebelum Yos Cafe. Cukup menganggu pengguna jalan karena posisi orang tersebut tepat di tengah jalan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan," tulis akun radio tersebut menerangkan.
Dalam video tersebut, seorang pria bergamis putih sedang mengerjakan salat tepat di tengah jalan. Berdandan ala orang yang ahli agama, pria tersebut juga mengenakan sorban berwarna hitam.
Pria tersebut tampak tidak peduli dengan lalu lalang kendaraan yang diganggunya. Akibatnya, setiap kendaraan yang melewati pria salat tersebut terpaksa harus mengurangi kecepatannya.
Akun Bintang Tenggara mengimbau kepada siapa pun yang melewati jalan tersebut agar berhati-hati.
"Untuk anda yang lewat di kawasan tersebut harap hati-hati dan kurangi kecepatan," pungkasnya.
Hingga artikel ini dibuat video Bintang Tenggara tersebut telah dilihat ribuan kali dan mendapat berbagai komentar warganet.
Sejumlah warganet yang mengaku berasal dari daerah tersebut mengungkapkan pria itu berulang kali melakukan perbuatan tak lazim.
Baca Juga: Beli Kalung Billie Eilish Malah Dipakai Begini, Publik: Langsung Bad Guy!
"Tadi juga lewat genteng.Sangat menggangu.Tlong dong di amanin aja," ujar warganet dengan nama akun @daniel****
"Hee aku mau lewat kono, wong iku iso mlaku-mlaku nde tengah dalan tanpa ada dosa anjim (Hee aku tadi lewat situ, orang itu bisa jalan-jalan di tengah jalan tanpa ada dosa-red)" ungkap warganet lainnya @calvin***
Sampai saat ini, Suara.com masih berusaha mencari informasi terkait pria yang salat di tengah jalan di Banyuwangi tersebut.
Video selengkapnya di sini.
Berita Terkait
-
2 Pemuda di Medan Terancam Pidana 6 Tahun dan Denda Rp60 M Usai Isi Pertalite Pakai Jeriken
-
Pertamax dan Pertalite Trending, Publik Keluhkan Antrean Panjang serta Dampak BBM Mahal
-
Kawanan Tawon Serang Hajatan Gegara Musik Organ Tunggal, Tamu Kocar-kacir
-
5 Kritik Ferry Latuhihin: Rupiah Anjlok, Curigai Mati Listrik Massal Gegara 'Ekonomi'
-
Ubah Patah Hati Jadi Motivasi, Intip Makna Lagu Terbaru BoyNextDoor 'Viral'
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Andrew Mulyono Bos Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka Kelima Korupsi MBG, Ini Perannya
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Negara Boncos Rp1 Triliun per Bulan, DPR Desak MBG Disetop Sementara
-
Bantah Klaim BEM UI, Polda Metro: Sampai Detik Ini Tak Ada Surat Pemberitahuan Demo
-
DEN Temukan Potensi 9 Juta Barel Tangki Minyak Menganggur, Disiapkan untuk Kondisi Krisis
-
'Ada Bukti Transfer Uang'! Pengakuan Saksi dalam Kasus Suap Impor Bea Cukai
-
Jangan Tunggu Rakyat Menjerit! Guru Besar UMY Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan Energi Nasional
-
Sita Bom Molotov! Polisi Tangkap 2 Orang Diduga Ingin Tunggangi Demo Mahasiswa di Jakarta
-
Pegawainya Terjaring OTT KPK, Pengawasan Internal BPK Dinilai Gagal Total
-
IKN Tidak Urgent! DPR Diminta Tolak Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun