Suara.com - Insomnia sering kali hanya didefinisikan sebagai kesulitan tidur. Padahal kondisi ini memiliki berbagai jenis yang berbeda dan terjadi secara berulang.
Untuk lebih mengetahui tentang insomnia, berikut lima jenis insomnia seperti yang dilansir dari Medicinenet, antara lain:
1. Insomnia akut
Insomnia akut adalah jenis insomnia yang paling umum. Kondisi ini adalah insomnia jangka pendek dan berlangsung selama beberapa hari hingga sebulan. Insomnia jenis ini juga biasa disebut insomnia penyesuaian karena biasanya disebabkan oleh perubahan lingkungan atau peristiwa yang membuat stres.
Beberapa penyebab umum insomnia akut adalah sebagai berikut:
- Lingkungan baru
- Kebisingan atau cahaya yang berlebihan
- Suhu ekstrim
- Tempat tidur atau kasur yang tidak nyaman
- Pekerjaan atau sekolah baru
- Relokasi ke tempat baru
- Jetlag
- Kematian kerabat atau teman dekat
- Kesulitan dalam menjalin hubungan
- Ketidaknyamanan fisik seperti nyeri
- Konsumsi obat-obatan tertentu
- Penyakit akut dan alergi
2. Insomnia Kronis
Insomnia biasanya merupakan kondisi sementara atau jangka pendek. Dalam beberapa kasus, insomnia bisa menjadi kronis atau jangka panjang. Insomnia dikatakan kronis jika pasien mengalami kesulitan tidur setidaknya tiga hari dalam seminggu selama setidaknya satu bulan.
Insomnia kronis mungkin bersifat primer atau sekunder. Insomnia kronis primer disebut juga dengan insomnia idiopatik karena tidak ada penyebab khusus. Sementara insomnia kronis sekunder disebut insomnia komorbid. Insomnia komorbid lebih sering terjadi daripada insomnia primer dan terjadi karena kondisi medis lain yang mendasari.
Baca Juga: Dokter Ungkap Beberapa Jenis Masalah Tidur atau Insomnia, Apa Saja?
Penyebabnya:
-Kondisi medis kronis seperti penyakit refluks asam, penyakit tiroid, diabetes, sleep apnea, kondisi neurologis.
- Kondisi psikologis seperti depresi, kecemasan, skizofrenia, dan gangguan bipolar
- Konsumsi obat-obatan seperti anti hipertensi (obat tekanan darah [BP]), obat pernafasan, anti histamin, obat hormonal, obat anti epilepsi (obat kejang), anti depresan dan kemoterapi
- Sistem saraf pusat (SSP) atau stimulan otak seperti nikotin dan kafein yang berlebihan
- Faktor gaya hidup seperti sering bepergian yang menyebabkan jet lag, kerja shift yang terus berputar, tidur siang dan waktu tidur yang tidak teratur
- Alergi hidung tersumbat dan sinus
- Usia (Insomnia menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia)
3. Onset Insomnia
Onset Insomnia adalah kesulitan memulai tidur. Jenis insomnia ini mungkin bersifat jangka pendek atau kronis.
Penyebab umumnya adalah sebagai berikut:
- Nikotin dan kafein yang berlebihan
- Perubahan lingkungan dan ketidakbiasaan
- Stres dan kecemasan
- Sakit kronis
4. Maintenence insomnia
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi