Suara.com - Hingga saat ini topik seputar vagina dan area perempuan masih sering menjadi yang paling sering diperbincangkan. Tapi masih kerap banyak ketidaktahuan terkait itu.
Salah satunya tentang sensitivitas vagina. Banyak perempuan merasakan vagina mereka mati rasa atau tidak lagi sensitif.
Dilansir dari Healthshots, sebenarnya tidak ada ukuran klinis dari sensitivitas vagina yang dapat digunakan untuk menentukan apa yang normal. Tapi, setiap orang memiliki kenormalannya sendiri.
Memang benar. Kebanyakan vagina tidak terlalu sensitif. Ini sebenarnya adalah vulva yang memiliki jaringan saraf dan lebih reaktif. Vulva terdiri dari labia bagian dalam, labia luar, gundukan kemaluan, tudung klitoris, klitoris, dan uretra.
Sesuai perkiraan, klitoris memiliki 8.000 ujung saraf! Tubuh selalu memiliki cara untuk memberi tahu ketika ada sesuatu yang tidak beres dan sensasi di bawahnya akan membantu Anda memahami jika Anda mengalami perubahan.
Berikut adalah lima alasan yang sangat umum mengapa vagina Anda kehilangan sensasinya:
1. Menopause
Ini bisa menjadi salah satu alasan terbesar mengapa Anda tidak merasakan sensasi. Kadar estrogen turun secara signifikan, dan jika Anda tidak mengetahuinya, hormon inilah yang membuat jaringan vagina Anda kenyal dan terlumasi dengan baik. Ketika estrogen berkurang, dinding vagina bisa menjadi tipis, dan kering.
Sebaiknya konsultasikan dengan ginekolog Anda karena gejala menopause bisa serupa dengan yang Anda rasakan saat menderita kanker ovarium, atau bahkan saat ovarium diangkat.
Baca Juga: 4 Penyebab Vagina Bau Usai Berhubungan Seks
2. Stres
Jika Anda stres, hormon Anda pasti terpengaruh. Dan jika satu hormon rusak, itu mempengaruhi yang lain juga! Misalnya, jika kortisol berada pada titik tertinggi sepanjang waktu, kadar estrogen bisa turun. Juga diyakini bahwa beberapa orang menahan stres pada otot dasar panggul mereka.
3. Masalah pada jaringan dasar panggul
Jika terdapat jaringan parut pada vagina atau pengangkatan berat, hal itu dapat memberikan tekanan yang sangat besar pada otot dasar panggul, sehingga menyebabkan kontraksi.
Itu juga berarti aliran darah lebih sedikit, dan tentu saja, hampir tidak ada sensasi. Tetapi otot dasar panggul menjadi lemah setelah melahirkan melalui vagina, operasi panggul atau bahkan pada mereka yang menderita sembelit yang parah.
4. Usia
Bagaimana kita bisa mengabaikan alasan ini? Tentu saja, hal-hal yang terasa menyenangkan sekitar 10 tahun yang lalu mungkin tidak terasa sama sekarang. Jadi, Anda harus siap menerima keadaan karena tubuh Anda berubah seiring waktu!
5. Trauma
Ya kami tahu, Anda mungkin belum memikirkan alasan ini, tetapi trauma bisa menyebabkan hilangnya sensasi pada vagina. Jika seseorang mengalami trauma seksual, mereka tidak menganggap seks sebagai bentuk kesenangan. Pada beberapa orang, trauma juga menyebabkan peningkatan kadar kortisol, dan mengubah usus mereka, atau menggeser aliran darah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance