Suara.com - Tiga negara dari tiga benua berbeda melaporkan kenaikan kasus Covid-19 di awal tahun 2021.
Dilansir ANTARA, Prancis pada Minggu (3/1) mencatat 12.489 kasus baru Covid-19 selama 24 jam terakhir, naik dari 3.466 yang dilaporkan sehari sebelumnya, kata kementerian kesehatan negara itu.
Kenaikan tersebut lebih tinggi dari target pemerintah, yaitu per hari sebesar 5.000 kasus atau kurang.
Tambahan pada Minggu menjadikan total jumlah kasus di Prancis sebesar 2.665.728, menurut data kementerian.
Jumlah orang yang meninggal akibat Covid-19 naik sebesar 116 menjadi 65.037 orang, setelah meningkat sebesar 157 pada Sabtu (2/1).
Sementara itu, dari Brasilia dilaporkan bahwa Brasil mencatat 17.341 kasus tambahan Covid-19 dalam 24 jam terakhir.
Selain itu, kematian juga bertambah 293 orang, kata Kementerian Kesehatan Brasil, Minggu.
Hingga kini, Brasil telah mencatat lebih dari 7,7 juta kasus sejak pandemi virus corona itu mulai muncul 10 bulan lalu.
Jumlah resmi korban jiwa akibat Covid-19 di negara itu telah meningkat menjadi total 196.018 orang, menurut data kementerian.
Baca Juga: Syekh Ali Jaber Tak Sadarkan Diri, Henky Kurniawan: Doakan Guru Kita
Dari benua Asia, China daratan melaporkan 33 kasus baru Covid-19 pada 3 Januari, naik dari sehari sebelumnya, yaitu 24 kasus, demikian dilaporkan otoritas kesehatan nasional negara itu, Senin.
Komisi Kesehatan Nasional China, melalui pernyataan, mengatakan bahwa 20 dari kasus baru merupakan infeksi impor yang berasal dari luar negeri.
Komisi itu juga melaporkan 13 kasus baru yang ditularkan secara lokal, yaitu enam di Provinsi Liaoning, empat di Provinsi Hebei, dua di Beijing, dan satu di Provinsi Heilongjiang.
Jumlah kasus baru menyangkut orang tanpa gejala (OTG), yang tidak diklasifikasikan oleh China sebagai kasus yang dikonfirmasi, naik menjadi 40 dari delapan kasus sehari sebelumnya.
Jumlah total kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di China daratan hingga kini mencapai 87.150, sementara jumlah kematian tetap tidak berubah, yaitu 4.634 orang.
Berita Terkait
-
WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?
-
Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah
-
Jerinx SID Kembali Singgung Konspirasi COVID-19, Ungkit Aksi Demo Tolak Rapid Tes Tahun 2020
-
Epstein Files Singgung Simulasi Pandemi Sebelum COVID-19, Nama Bill Gates Terseret
-
Merasa Tervalidasi oleh Epstein Files, Jerinx SID: Kini Kebenaran Makin Menyala
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026