Suara.com - Pemerintah China mewaspadai munculnya kasus baru virus Corona Covid-19 di tengah program vaksinasi massal yang dilakukan sejak awal tahu 2021.
Dilansir ANTARA, sudah ada 73.537 warga Beijing telah menerima vaksin COVID-19 yang digelar di 220 tempat sejak Jumat (1/1).
Tidak ada efek samping yang serius dirasakan oleh para penerima vaksin menurut juru bicara Komisi Kesehatan Kota Beijing Gao Xiaojun.
Vaksin tersebut diberikan kepada sembilan kelompok berisiko tinggi dengan rentang usia 18-59 tahun.
Sembilan kelompok yang dikategorikan berisiko tinggi itu, di antaranya petugas inspeksi bea cukai barang beku impor, pekerja atau pelajar China yang hendak bepergian ke luar negeri, dan pekerja sektor transportasi.
Badan Produk Medis Nasional memberikan persetujuan terbatas pemasaran vaksin dalam negeri China kepada Sinopharm per 31 Desember 2020.
Sementara itu, kasus baru Virus corona ditemukan dari sampel yang diambil di lingkungan kerja Daimler Northeast Asia Parts Trading and Services Co sebagai tempat ditemukannya kasus positif COVID-19 sebelumnya di Distrik Shunyi.
Pejabat senior Distrik Shunyi, Zhi Xianwei dalam keterangan persnya yang dikutip media setempat, Senin, mengungkapkan bahwa ada satu kasus positif di divisi penjualan suku cadang kendaraan di bawah naungan Daimler yang berlokasi di kawasan industri Jinma, Distrik Shunyi, pada 26 Desember 2020.
Pihak distrik kemudian melakukan pengendalian. Semua orang, kendaraan, dan barang-barang dilarang keluar-masuk kawasan itu. Semua perusahaan makanan di kawasan industri tidak jauh dari Bandar Udara Ibu Kota Beijing (BCIA) itu juga berhenti beroperasi.
Baca Juga: Kondisi Terkini Syekh Ali Jaber, Pakai Ventilator di Mulut
Dari 8.615 orang di kawasan industri yang menjalani tes usap, sebanyak 11 di antaranya dari Daimler dan seorang dari BIT Hua Chuang Electric Vehicle Technology Co hasilnya positif, demikian Zhi.
Beberapa kota di China, seperti Hohhot (Mongolia Dalam), Cangzhou (Hebei), Yantai dan Linyi (Shandong), dan Jincheng (Shanxi), melakukan investigasi atas barang dagangan kiriman dari beberapa perusahaan di Beijing itu.
Berita Terkait
-
8 Film Yasmin Napper, Musuh dalam Selimut Segera Tayang di Bioskop
-
Melihat Keindahan Musim Gugur di Taman Zhongshan Beijing
-
Beijing Dalam 8 Jam, Apa Saja Agenda yang Dilakukan Presiden Prabowo?
-
Profil Carina Joe, Pahlawan Vaksin Covid-19 Raih Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo
-
Dari Istana Merdeka Hingga Beijing: Tabola Bale Jadi Magnet Joget di HUT RI ke-80
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
Terkini
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya