Suara.com - Belajar untuk berbagi memang baik, namun beberapa barang pribadi Anda sebaiknya jangan dibagi atau dipakai bersama dengan orang lain demi kesehatan. Ada beberapa barang pribadi yang jika dipakai bersama malah akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
Melansir dari MDlinx, ini tujuh barang pribadi ini tak boleh dipakai bersama, antara lain:
1. Sabun Mandi Batang
Menggunakan sabun mandi batang bersama meski dengan keluarga sendiri bisa menyebabkan penumpukan bakteri, jamur, dan ragi yang bisa ditularkan dari orang ke orang.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Seikat (CDC) menyarankan untuk tidak berbagi sabun batangan demi menghidari penyebaran bakteri Staphylococcus aureus (MRSA). Melansir Alodokter, bakteri tersebut sebenarnya tidak berbahaya, namun tetap berisiko untuk menimbulkan infeksi.
Beberapa penyakit yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus adalah bakteremia, endokarditis, osteomielitis, dan penyakit kulit.
2. Sandal Jepit
Sandal jepit mungkin tampak relatif tidak berbahaya karena terbuka, tak seperti sepatu biasa. Namun sama seperti sepatu, sandal jepit juga rentan untuk menyimpan infeksi jamur.
3. Topi dan Helm
Baca Juga: Gejala Covid-19 Menyebar di Paru-paru dan 4 Berita Kesehatan Menarik Lain
Menurut CDC, berbagi perlengkapan kepala apapun dapat berkontribusi pada penyebaran kutu, termasuk topi hingga helm. Pastikan semua orang di keluarga memiliki topi dan helm sendiri.
4. Earbuds
Semakin sering Anda menggunakan earbuds dan earphone, maka semakin mungkin meningkatkan jumlah bakteri di telinga. Membagikannya dengan orang lain jelas dapat menularkan bakteri ini dan dapat menyebabkan otitis media dan otitis eksterna.
Jika harus berbagi earbud, maka coba bersihkan dengan lap antibakteri secara menyeluruh, terutama bagian yang masuk ke dalam telinga.
5. Deodoran Roll-on
Meskipun deodoran memiliki beberapa sifat antibakteri namin berbagi deodoran roll-on dapat menyebabkan transfer kuman, bakteri, jamur, dan ragi dari satu orang ke orang lain. Belum lagi bakteri dalam sel kulit dan rambut ketiak. Jika harus berbagi, maka cobalah pakai deodoran semprot.
6. Pisau Cukur
Memiliki potensi untuk menyebabkan goresan dan luka, pisau cukur juga termasuk dalam kategori benda yang tak boleh dipakai barengan dengan orang lain. Lebih lanjut, mencukur terutama dengan mata pisau yang tumpul dapat menyebabkan bekas luka kecil di kulit yang mungkin tidak langsung terlihat, sehingga virus atau bakteri pada pisau cukur bisa masuk ke tubuh Anda.
7. Alat Perawatan Kuku
Alat perawatan kuku seperti gunting kuku, tongkat kutikula dan pemangkas, hingga penyangga kuku sebaiknya hanya digunakan oleh Anda sendiri.
Alat-alat ini akan berhubungan dengan kutikula, kulit, dan kuku yang digunakan alat-alat ini, tidak mengherankan jika berbagi alat ini dapat menyebarkan banyak penyakit, termasuk hepatitis C, infeksi Staph, dan kutil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi