Suara.com - Selain hindari berkendaraan sendiri beberapa waktu, kini ahli menyarankan semua orang untuk tidak minum alkohol selama 2 hari sebelum dan 2 minggu setelah suntik vaksin virus corona Covid-19.
Mengapa demikian? Periode tersebut berfungsi memastikan sistem kekebalan tubuh Anda dalam kondisi terbaik untuk merespons vaksin baru.
Meskipun masih ada sedikit data tentang efek alkohol pada respons tubuh terhadap vaksin virus corona Covid-19, terdapat beberapa bukti yang menunjukkan minuman beralkohol bisa mengurangi kemampuan untuk membangun kekebalan tubuh.
Menurut Drinkaware, panel penasihat medis independen untuk amal pendidikan alkohol, hal ini umumnya lebih berisiko terjadi pada peminum alkohol berat.
"Kami menyarankan semua orang tidak minum alkohol setidaknya selama 2 hari sebelum dan 2 minggu setelah vaksin. Guna mencoba memastikan sistem kekebalan tubuh Anda dalam kondisi terbaik untuk merespons vaksin," kata Dr Fiona Sim dikutip dari The Sun.
Jika Anda adalah peminum alkohol berat, risiko Anda sakit parah ketika terinfeksi virus corona juga sangat tinggi. Oleh karenanya, orang dalam golongan ini disarankan memertimbangkan suntik vaksin.
Dr Fiona menjelaskan bahwa konsumsi minuman alkohol secara rutin bisa mengurangi perlindungan kekebalan, khususnya pada penyakit infeksi saluran pernapasan seperti Covid-19.
Di sisi lain, orang golongan ini bisa merasakan manfaat signifikan dari suntik vaksin virus corona bila memberi jeda waktu untuk berhenti minum alkohol. Langkah ini sekaligus menurunkan risiko penyakit hati parah jangka panjang.
Selain itu, Dr Fiona juga menyarankan seseorang melakukan pedoman risiko rendah pemerintah Inggris untuk pria dan wanita, jika mereka memiliki tetap minum alkohol.
Baca Juga: Vicky Prasetyo Alami Mata Merah dan Berair, Benarkah Gejala Virus Corona?
Ia menyarankan minuman alkohol yang mereka konsumsi tidak lebih dari 14 botol setiap minggunya. Artinya, mereka memiliki 3 hari dalam seminggu yang bebas alkohol.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS