Suara.com - Peneliti telah menemukan dua obat lain yang dapat digunakan pada pasien Covid-19, dan obat ini terbukti telah menyelamatkan nyawa.
Kedua obat tersebut adalah tocilizumab dan sarilumab, obat yang umumnya digunakan sebagai obat radang sendi atau arthritis.
Selain menyelamatkan nyawa, pasien di unit perawatan intensif NHS (sistem layanan kesehatan Inggris) yang menjadi peserta uji coba obat juga dapat sembuh secara cepat.
Selain itu, obat juga mengurangi lamanya waktu pemulihan dibutuhkan pasien kritis sekitar satu minggu.
Menurut laporan BBC, kedua obat eksperimental tersebut tampak bekerja dengan baik dan menambah manfaat obat steroid deksametason.
"Untuk setiap 12 pasien yang ditangani dengan obat-obatan ini, Anda dapat berharap (obat) ini menyelamatkan nyawa. Ini efek yang besar," kata peneliti utama Anthony Gordon, dari Imperial College London.
Dalam uji coba REMAP-CAP yang dilakukan di enam negara berbeda dan dengan sekitar 800 pasien di perawatan intensif, peneliti menemukan kasus kematian berkurang menjadi 27% apabila obat ini diberikan kepada pasien dalam waktu 24 jam setelah mereka dipindahkan ke ruangan.
"Fakta bahwa sekarang ada obat lain yang dapat membantu mengurangi kematian pasien Covid-19 adalah berita yang sangat disambut baik," ujar Stephen Powis, direktur medis nasional NHS.
Dokter menyarankan untuk memberikan obat ini pada pasien Covid-19 yang, meski menerima deksametason, kondisinya memburuk dan membutuhkan perawatan intensif.
Baca Juga: Duhh! Rapor Merah Sebaran Covid-19 di Karanganyar, Sehari Tambah 181 Kasus
Namun, temuan penelitian ini belum ditinjau atau dipublikasi dalam jurnal medis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya