Suara.com - Pemerintah akan memulai program vaksinasi Covid-19 besok. Pada tahap pertama yakni Januari-April 2021, vaksinasi akan dikhususkan kepada tenaga kesehatan di seluruh provinsi Indonesia.
Menanggapi hal tersebut Ikatan Dokter Indonesia (IDI) optimis program vaksinasi akan efektif menekan penularan infeksi Covid-19.
"Iya kita optimislah, kan ada banyak vaksin yang akan didatangkan ke Indonesia. Yang Sinovac itu paling sedikit 70 persen efektif, juga ada Pfizer dan lainnya itu paling sedikit 90 persen efektif,," Ketua Satgas Covid-19 Prof. Zubairi Djoerban saat dihubungi suara.com, Senin (11/1/2021).
"Apalagi kita mau masukan berbagai macam vaksin tersebut. Tentu saja kita berharap efektivitasnya sesuai dengan hasil uji sementara dari masing-masing vaksin tersebut. Bisa dikatakan kita akan optimis."
Terlebih Pemerintah menargetkan 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia, atau setara 181,5 juta orang, mendapat vaksinasi Covid-19. Menurut Zubairi, vaksinasi tidak hanya akan melindungi orang yang disuntik vaksin tetapi juga masyarakat tidak masuk daftar prioritas vaksin.
Hanya saja, Zubairi mengingatkan bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk menciptakan antibodi terhadap virus. Sehingga begitu vaksin disuntikan tidak langsung membuat seseorang kebal terhadap virus SARS Cov-2.
"Akan melindungi Indonesia keseluruhan setelah 70 persen divaksinasi. Tapi tolong diingat bahwa segera setelah divaksinasi tidak langsung timbul proteksi dari virus ini," ucapnya.
Sebelumnya Juru bicara vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi telah menyampaikan bahwa periode pertama vaksinasi dilakukan Januari 2021 hingga April 2021 akan diprioritaskan terhadap 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas publik yang ada di 34 provinsi.
Setelah itu, dilanjutkan pada periode kedua vaksinasi yang berlangsung pada April 2021 hingga Maret 2022, akan menjangkau jumlah masyarakat sisa dari periode pertama.
Baca Juga: Siap-siap, Indonesia Akan Kedatangan 15 Juta Dosis Vaksin Curah Sinovac
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya