Suara.com - Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes prof. dr. Abdul Kadir. Ph.D., mengatakan, peran serta masyarakat dalam disiplin menerapkan 3M tetap paling penting untuk mencegah penularan Covid-19.
Jika kontribusi itu masih rendah dilakukan, maka tindakan untuk menambah kapasitas tempat tidur di rumah sakit akan sia-sia. Karena lonjakan kasus yang terus terjadi.
Kadir mengingatkan bahwa tenaga kesehatan di rumah sakit sebenarnya berada di posisi hilir atau garda paling belakang dalam penanganan Covid-19.
"Kalau kita hanya memperbaiki di hilirnya saja, dengan cara menambah kapasitas tempat tidur, peralatan dan sebagainya itu tidak akan ada selesainya jika masalah dasar di hulu tidak pernah diatasi," katanya dalam webinar virtual Satgas Penanganan Covid-19, Jumat (22/1/2021).
Justru masyarakat yang berada di posisi hulu dalam penanganan kasus Covid-19, lanjut Kadir.
"Karena ini lonjakan pasien sudah di depan mata jadi kita harus meningkatkan pelayanan rumah sakit. Namun demikian oleh karena peningkatan jumlah pasien dibandingkan peningkatan rumah sakit tidak seimbang maka yang bisa dilakukan bagaimana bekerja maksimal di hulu, bagaimana supaya masyarakat tidak terkena covid," ucapnya.
Diharapkan partisipasi seluruh masyarakat, untuk berkontribusi menurunkan angka kejadian Covid-19. Salah satu cara efektif tentunya dengan disiplin melakukan protokol kesehatan.
"Jangan sekali-kali berkerumun, gak usah lah ada pesta-pesta mengundang orang. Kemudian kalau misalnya ke mana-mana kalau tidak perlu, gak usah keluar rumah, itu untuk menurunkan pergerakan," ujar prof Kadir.
Baca Juga: Videografis: Intip Ide Kreatif Bisnis yang Bisa Dicoba saat Pandemi
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?