Suara.com - Setiap tanggal 25 Januari, diperingati sebagai Hari Gizi Nasional. Pada momen ini, penting untuk mengetahui setiap nutrisi dan gizi yang diperlukan tubuh setiap harinya.
Misalnya, susu sebagai sumber nutrisi yang baik dan sehat untuk tulang Anda. Susu juga memiliki lebih banyak manfaat kesehatan jika meminumnya sebelum tidur.
Susu bisa membantu Anda tidur lebih cepat dan nyenyak tanpa terbangun di tengah malam. Bahkan susu bisa membantu menurunkan berat badan.
Berikut ini dilansir dari Brightside, lima alasan Anda harus minum susu sebelum tidur.
1. Meningkatkan kualitas tidur
Beberapa penelitian pada manusia dan hewan menunjukkan bahwa minum susu bisa membuat tidur lebih nyenyak. Karena, susu mengandung triptofan dan melatonin yang membantu tidur lebih cepat.
Triptofan memainkan peran penting dalam memproduksi serotonin, yang bisa meningkatkan suasana hati, membantu Anda rileks dan bertindak sebagai pendahulu melatonin.
Melatonin inilah yang membantu mengatur ritme sirkadian Anda dan mempersiapkan Anda tidur. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen melatonin dan triptofan bisa mengurangi kecemasan dan depresi yang bisa memburuk sewaktu tidur.
2. Sumber protein
Baca Juga: Selain 3M, Ahli Sarankan Disinfeksi Sikat Gigi untuk Cegah Virus Corona
Jika Anda makan malam terlalu awal sebelum tidur, Anda mungkin akan mengalami masalah tidur sepanjang malam. Jika Anda ingin menghindari bangun di tengah malam karena perut keroncongan, cobalah minum susu sebelum tidur.
3. Masalah psikologis
Sampai batas tertentu, minum susu sebelum tidur bisa membantu Anda tertidur lebih cepat karena minuman ini bisa membantu Anda rileks. Teori lain juga menemukan bahwa susu hangat bisa mengingatkan Anda pada kenangan masa kecil yang harus minum susu sebelum tidur.
4. Menurunkan berat badan
Jika Anda minum susu sebelum tidur, kebiasaan ini bisa membantu menurunkan berat badan Anda. Karena, ini bisa menghindarkan kualitas tidur yang buruk di mana menyebabkan penambahan berat badan.
Di sisi lain, susu juga dikenal dengan protein bergizi yang bisa menjadi pengganti cemilan di larut malam tanpa menyebabkan berat badan bertambah.
5. Membentu massa otot
Susu mengandung protein yang disebut kasein dan whey. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi kasein dan protein whey di malam hari dapat meningkatkan sintesis protein otot dalam semalam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker