Suara.com - Lewat sebuah penelitian di Korea Selatan ditemukan bahwa tingkat penularan Covid-19 pada anak-anak sama tingginya dengan orang dewasa.
Melansir dari Healthline.com, peneliti mencatat bahwa anak-anak berusia 9 tahun ke bawah memiliki tingkat penularan Covid-19 terendah, tetapi risiko tetap masih ada.
Para peneliti bahkan berhipotesis bahwa tingkat penularan untuk kelompok usia ini mungkin meningkat karena tempat penitipan anak dan prasekolah mulai dibuka kembali di Korea Selatan.
Faktanya, penelitian lain dari Lurie Children’s Hospital of Chicago mendukung hipotesis tersebut.
Peneliti menemukan anak di bawah 5 tahun memiliki viral load (banyaknya virus dalam darah) lebih tinggi daripada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa, yang dapat memberi kesan bahwa mereka membawa risiko penularan yang lebih besar.
Seiring dengan meningkatnya pengetahuan tentang Covid-19, pemahaman tentang penyakit tersebut dapat memengaruhi anak-anak juga meningkat.
"Sebagian besar anak-anak tampaknya memiliki gejala yang lebih ringan daripada orang dewasa. Namun, ada beberapa kasus di mana anak-anak rentan sakit," jelas Dr. Harvey Karp, dokter anak dan CEO Happiest Baby, melansir dari Healthline.
Dia menunjuk satu tentang komplikasi Covid-19 yang terungkap dalam beberapa bulan terakhir, yaitu sindrom inflamasi multisistem pediatrik. Gejala komplikasi ini meliputi:
- Demam tinggi
- Kelelahan
- Amarah yang ekstrim
- Demam berlangsung 3 hari atau lebih
- Sakit perut
- Diare
- Muntah
- Sakit leher
- Kesulitan bernapas
- Tekanan dada
Meskipun komplikasi ini jarang terjadi dan dapat diobati, komplikasi ini dapat memiliki efek jangka panjang yang serius.
Baca Juga: Sehari 100, Jenazah Dikubur Protap Corona di Jakarta Tembus 13.300 Petak
Selama kurang lebih 2 bulan dataTrusted Source, 80 persen anak-anak yang mengembangkan sindrom inflamasi multisistem pediatrik membutuhkan perawatan di ICU, dengan rerata lama rawat inap di rumah sakit selama 7 hari.
Dua persen dari anak-anak meninggal dunia. Namun, Karp mengimbau para orang tua untuk tetap waspada bahwa ada risiko tambahan yang juga perlu dipertimbangkan.
"Penting untuk diingat bahwa meskipun seorang anak memiliki kasus kecil, mereka dapat menularkannya ke anggota keluarga lain. Jika Covid membuat orangtua lepas kendali, itu juga memiliki konsekuensi besar bagi kesejahteraan anak mereka, " ucapnya. (Aflaha Rizal)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia