Suara.com - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mencetak rekor sebagai fakultas kedokteran pertama dengan penambahan guru besar terbanyak dalam setahun.
Dilansir ANTARA FKUI mencetak 21 orang guru besar, menjadikannya fakultas kedokteran pertama di Indonesia yang sukses melakukan hal tersebut.
21 Guru besar tersebut berasal dari bidang biologi kedokteran, biokimia dan biologi molekuler, fisiologi kedokteran, penyakit dalam, neurologi, kesehatan anak, kesehatan mata, psikiatri, kebidanan dan kandungan, urologi, serta orthopaedi dan traumatologi.
"Prestasi ini menunjukkan bahwa FKUI senantiasa memotivasi seluruh sivitas akademi untuk terus mencapai prestasi dan meraih gelar setinggi-tingginya. Tidak hanya itu, jumlah guru besar yang bertambah diharapkan semakin mampu meningkatkan kualitas pendidikan di FKUI," kata dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGH, MMB.
Penambahan jumlah guru besar ini--yang kalau dihitung rata-rata 1-2 orang guru besar baru dilantik setiap bulan--, secara tidak langsung turut meningkatkan jumlah publikasi dan riset di FKUI karena keberhasilan seorang staf mencapai gelar guru besar tidak lepas dari peran kinerja publikasi, khususnya publikasi internasional.
"Prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak, baik pimpinan fakultas, para staf pengajar, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan. Kepada mereka, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya," katanya.
Bersamaan dengan prestasinya ini, FKUI juga mendapatkan penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pencetak guru besar terbanyak dalam setahun di Indonesia.
"Akhir kata, semoga penghargaan MURI ini dapat menjadi inspirasi dan penambah semangat bagi seluruh warga FKUI,” kata Profesor Ari menambahkan.
Berita Terkait
-
Demo di Mabes Polri, Mahasiswa UI Sindir Polisi Berpeci dan Berkerudung: Tak Bisa Pikat Hati Kami!
-
UI Buka Jurusan AI, Ini 7 Fakta Penting Angkatan Pertama dan Cara Daftarnya
-
Viral Pengakuan Dokter Soal Jenazah ODGJ yang Dijual Buat Praktikum Mahasiswa Kedokteran
-
LPEM UI 'Senggol' Kualitas Ekonomi RI 2025: Tumbuh Kencang tapi Rapuh!
-
Rhenald Kasali Sebut Kasus Pertamina Buat Anak Muda Takut Jadi Pemimpin BUMN
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia