- Calon Ketum BPP HIPMI Afifuddin Kalla mengisi kuliah umum bagi mahasiswa FIA UI di Depok pada Jumat, 8 Mei 2026.
- Afi Kalla mendorong mahasiswa menggerakkan hilirisasi ekonomi melalui pengembangan Industri Kecil Menengah guna meningkatkan nilai tambah produk nasional.
- Kegiatan ini bertujuan mengedukasi calon pengusaha muda mengenai strategi menghadapi tantangan bisnis demi memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia di masa depan.
Suara.com - Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) masa bakti 2026-2029, Afifuddin S. Kalla, memberikan kuliah umum di hadapan sivitas akademika Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), Depok, Jumat (8/5/2026).
Dalam kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI tersebut, sosok yang akrab disapa Afi Kalla ini menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mendorong hilirisasi melalui pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Afi Kalla memaparkan, sinergi antara dunia akademik dan praktisi bisnis penting untuk memastikan program hilirisasi berjalan optimal hingga ke level industri terkecil.
Dia mendorong para mahasiswa agar tidak hanya menjadi penonton dalam pusaran ekonomi global, melainkan aktif menciptakan terobosan yang mampu mengonversi bahan mentah menjadi produk bernilai tinggi melalui sentuhan teknologi dan kreativitas.
“Kita harus membahas bagaimana pentingnya pengembangan Industri Kecil dan Menengah untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mahasiswa harus mampu melahirkan inovasi yang mendorong hilirisasi agar ekonomi kita semakin kuat dan mandiri,” ujar Afi Kalla saat menyampaikan materi di hadapan ratusan peserta di Auditorium Gedung Lama FIA UI.
Dalam kesempatan itu, CEO Bukaka Group ini juga menjelaskan perbedaan mendasar antara UMKM dan IKM, dimana IKM lebih berfokus pada penciptaan nilai tambah melalui proses pengolahan bahan baku menjadi barang jadi.
Dia memberikan gambaran mengenai keberhasilan industri pengolahan di Korea Selatan yang mampu melampaui PDB Indonesia karena fokus pada nilai tambah, meskipun tidak memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah seperti Indonesia.
Afi Kalla mengingatkan, meskipun target besar Indonesia membangun industri raksasa, fondasi utamanya tetap berawal dari skala kecil.
Menurut dia, industri besar seperti nikel atau sawit harus didukung oleh ekosistem IKM yang kuat sebagai penyerap tenaga kerja dan motor produktivitas.
Baca Juga: Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut
“Kita harus punya mimpi terhadap industri besar, tapi kita harus mulai dari yang kecil karena semua industri besar di Indonesia itu berasal dari industri kecil yang mungkin dimulai dari garasi atau tempat sewa yang sempit,” tutur alumni Fakultas Ekonomi UI angkatan 2003 tersebut.
Lebih lanjut, Afi Kalla mengidentifikasi empat tantangan utama pengusaha muda saat ini, yakni permodalan, riset yang seringkali hanya terhenti di meja akademisi, akses pasar, dan koneksi.
Sebagai solusi, dia membawa lima visi unggulan untuk HIPMI kedepan yang mencakup digitalisasi, kemudahan pendanaan, kemandirian ekonomi, peningkatan kualitas pengusaha serta penguatan jejaring organisasi.
Sementara Ketua HIPMI PT UI, Gafi Nasution, menyatakan hilirisasi merupakan program unggulan pemerintah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai target 8 persen sesuai visi Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran.
Dia melihat peluang besar pada sektor IKM yang saat ini memiliki kontribusi signifikan terhadap PDB nasional.
“Melalui kuliah umum ini, kami berharap rekan-rekan mahasiswa mendapatkan edukasi mendalam mengenai industri pengolahan agar siap menjadi pengusaha muda yang menjadi garda terdepan ekonomi Indonesia,” tutur Gafi Nasution.
Acara yang berlangsung interaktif ini turut dihadiri oleh perwakilan BPP HIPMI Febriananda Damu, Ketua Umum BPD HIPMI Jaya Sreeraman Haroon beserta jajaran, serta sejumlah tokoh pendiri dan mentor HIPMI PT UI.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan pembagian fasilitas edukasi bagi para mahasiswa yang hadir.
Berita Terkait
-
Rektor UI Tegaskan Kampus Tak Boleh Asal Jalankan Program Makan Bergizi Gratis
-
Dosen UI Beberkan 3 Kriteria Pemimpin HIPMI, Sebut Anthony Leong Paling Mendekati
-
UI Green Marathon 2026: Saleh Husin Siap Taklukkan 42 KM demi Masa Depan Mahasiswa
-
Sabrina Chairunnisa Kecewa Sanksi UI, Minta 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di-DO
-
Belum Kelar Skandal Mahasiswa Hukum UI, Muncul Isi Chat Mesum Diduga Guru Besar Unpad
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Manggala Agni Masih Padamkan Karhutla di Riau Seluas 100 Hektare Lebih
-
Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
-
Mandipping hingga Musik Klasik 24 Jam: Menyusuri Jejak Ayam Krispy McD di Padahanten Farm
-
3 Zodiak Ini Diprediksi Ketiban Hoki Besar pada 9 Agustus 2026
-
Kontradiksi Simbolik: Merayakan Kemerdekaan dengan Cara yang Masih Feodal
-
4 Shio yang Diprediksi Paling Hoki Hari Ini 9 Agustus 2026, Masa Sulit Berakhir
-
Bukan Cuma Data yang Dicuri, Kejahatan Siber Kini Bisa Menguras Tabungan
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah