Suara.com - Selama ini kita mengetahui bahwa hanya hewanlah yang memiliki tanduk, sebut saja banteng, rusa, kijang, dan lain sebagainya.
Tanduk tumbuh secara natural di bagian kepala mereka sebagai bentuk perlindungan diri terhadap predator, atau digunakan sebagai ajang unjuk kekuasaan melawan pejantan lain. Tanduk biasanya terbuat dari struktur mirip tulang dan dilapisi dengan keratin.
Rasanya akan sangat aneh ketika melihat manusia yang memiliki tanduk. Manusia bertanduk hanya ada dalam kisah-kisah mitologi atau dongeng menyeramkan.
Namun, ternyata tanduk memang bisa tumbuh di kepala manusia. Hal ini dialami oleh seorang pria tua di India bernama Shyam Lal Yadav (74). Tanduk mulai tumbuh secara tiba-tiba setelah kepalanya terbentur keras, lima tahun silam.
Ketika pertama kali muncul tonjolan di kepalanya, Shyam mengatasinya dengan meminta bantuan tukung cukur. Namun, lama kelamaan tanduk tersebut mulai tumbuh tidak terkendali dan menjadi keras.
Tukang cukur langganannya tidak bisa lagi memotong serat-serat tersebut. Kondisi ini membuat Shyam akhirnya meminta bantuan dokter.
Ahli bedah saraf di Rumah Sakit Bhagyoday Tirth di Kota Sagar, India, dokter Vishal Gajbhiye yang menangani Shyam, mengatakan bahwa tanduk itu disebut tanduk sebaceous.
Tanduk yang tumbuh di kepalanya sama seperti yang ditemukan pada kebanyakan hewan, yaitu sama-sama terbuat dari keratin. Ini adalah serat yang ditemukan di kuku kaki dan rambut manusia.
"Awalnya, dia mengabaikannya karena tidak menyebabkan ketidaknyamanan. Dia juga memotong benjolan itu di tukang cukur lokal," kata dokter Vishal seperti dimuat Keepo --jaringan Suara.com.
Baca Juga: Hancurkan Liverpool di Anfield, Manchester City Mantap di Pucuk Klasemen
"Namun, ketika benjolan itu mengeras dan mulai tumbuh lebih lanjut, dia mendatangi rumah sakit di Sagar."
Untuk menghilangkan tanduk tersebut, awalnya tim medis melakukan pemindaian di area kepala Shyam sebelum memutuskan akan melakukan tindakan operasi seperti apa.
Mereka kemudian memutuskan untuk menggunakan pisau bedah steril untuk memotong tanduk tersebut. Setelah itu, akar tanduk dihilangkan untuk mencegahnya tumbuh kembali.
"Perawatannya berbeda-beda, tetapi bisa termasuk pembedahan, terapi radiasi dan kemoterapi. Segera setelah dihilangkan, kulit dicangkokkan pada luka yang sekarang sudah sembuh total," kata Vishal.
Sekarang, kondisi Shyam sudah mulai membaik, namun tidak diketahui apa penyebab pasti mengapa tanduk bisa tumbuh di kepalanya hanya gara-gara benturan.
Dokter menduga hal ini disebabkan oleh paparan radiasi atau sinar matahari berlebih. Namun, dokter mengatakan bahwa pada dasarnya kondisi ini tidak berbahaya, hanya mengganggu penampilan saja.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal