Suara.com - Seorang perempuan dengan kelainan langka mengisahkan perjuangannya selama remaja, saat mengetahui bahwa dirinya berbeda dari kebanyakan perempuan.
Di video TikTok miliknya, @beccabutcherx, perempuan tersebut mengatakan jika payudaranya hanya tumbuh sebelah saja. Dilansir Daily Star, Becca pertama kali melihat perubahan di tubuhnya ketika dia mencapai pubertas sekitar usia 13 tahun.
Saat itu, dia melihat salah satu payudaranya tumbuh dan yang lainnya tidak. Becca menjelaskan di TikTok bahwa kondisinya sangat langka sehingga bahkan dokter berjuang untuk menemukan diagnosis yang tepat.
"Saya pergi ke dokter dan mereka berkata 'kamu belum selesai melewati masa pubertas', 'tidak apa-apa', 'itu akan tumbuh'," urai Becca.
"Pada usia sekitar 16, atau 17 tahun, saya kembali dan mereka mengatakan hal yang sama tetapi itu menjadi lebih terlihat," tambah dia.
Bahkan, saat itu agar tak terlihat perbedaan ukuran payudaranya, Becca harus mengisi branya dengan kaus kaki dan mengenakan turtleneck untuk menyembunyikannya karena dia tidak ingin ada yang tahu..
Ia pun mencari terkait kondinya di internet, dan dia akhirnya percaya bahwa dia menderita sindrom Polandia. Becca memberi tahu dokternya dan melalui rujukan yang tak terhitung jumlahnya, bertemu dengan lima dokter umum yang berbeda, tiga perawat, dua spesialis payudara, dan seorang ahli bedah.
Dokter masih belum yakin apakah kondisinya adalah 100% sindrom Polandia, suatu kondisi di mana seorang anak lahir dengan otot dada yang hilang atau kurang berkembang.
"Saya menyerah dan berhenti kembali ke rumah sakit. Saya memutuskan untuk menemukan komunitas orang-orang seperti saya dan bertanya kepada mereka bagaimana pengaruhnya terhadap mereka dan menyelesaikannya sendiri," pungkas dia.
Baca Juga: Antisipasi Lebih Dini, Pemeriksaan Payudara untuk Deteksi Kanker Bisa Dilakukan Sejak Remaja
"Salah satu dokter bahkan mengatakan kepada saya bahwa saya dapat menyebutkan kondisinya karena itu mungkin sesuatu yang hanya saya miliki - mereka masih tidak tahu mengapa itu terjadi. Tapi saya baru saja menerimanya," tambah Becca
"Ini adalah pengingat bahwa apakah Anda memiliki dada besar, dada kecil, atau masing-masing - Anda harus dapat mengenakan pakaian apa pun yang Anda suka selama itu membuat Anda merasa nyaman, percaya diri, dan didukung," tutupnya.
Berita Terkait
-
Viral Nakes Bikin Konten Joget saat Pasien Dioperasi
-
Viral di Bekasi, Dua Perempuan Kejar Pelaku Pelecehan Seksual hingga Diceburkan ke Got
-
TikTok Perketat Keamanan Anak di Indonesia, Siap Patuhi PP Tunas 2026 dengan Teknologi AI Canggih
-
TikTok dan Roblox Minta Perpanjangan Waktu untuk Ikuti Ketentuan PP Tunas
-
Purbaya Buka Opsi Tarik Pajak Tambahan untuk Produk China di Tokopedia-TikTok dkk
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS