Suara.com - Alpukat memiliki tekstur yang kaya dan lembut serta rasa yang enak. Tahukah Anda bahwa alpukat merupakan salah satu buah dengan manfaat terbesar?
Ya, alpukat mengandung vitamin esensial, mineral, dan zat gizi mikro lainnya. Buahnya kebanyakan dimakan mentah dengan garam, merica dan sedikit jus lemon.
Alpukat juga bisa digunakan untuk membuat acar, saus seperti guacamole, serta digunakan dengan milkshake dan es krim. Berikut lima manfaat dari buah alpukat yang dilansir dari News18.com.
Vitamin berlimpah
Alpukat kaya akan vitamin A (retinol), C (asam askorbat), E (d-alpha-tocopherol), K1 (Phytonadione), B6 (pyridoxine) dan B9 (folat). Mikronutrien molekuler ini memberikan beberapa manfaat pada kesehatan.
Kandungan vitamin pada buah ini dapat membantu menjaga elastisitas kulit dengan melindungi kolagen, menahan air di kulit, memperbaiki jaringan tubuh, menjaga kesehatan tulang dan meningkatkan kekebalan tubuh.
Vitamin ini juga bertindak sebagai antioksidan dan melindungi otak, mata, jantung, dan juga pembuluh darah. Selain itu, kandungan dalam buah ini dapat meningkatkan sensitivitas insulin pada pasien diabetes pria, juga melindungi DNA dan juga mencegah kanker tertentu.
Baik untuk diet
Penambahan berat badan terjadi karena asupan kalori yang berlebih. Alpukat memiliki serat makanan dalam jumlah tinggi yang memperlambat proses pencernaan, dan dapat membuat kenyang untuk jangka waktu yang lebih lama.
Baca Juga: Dampak Baik Makan Alpukat Setiap Hari, Kesehatan Usus Terjaga!
Alpukat juga kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal, atau yang disebut MUFAs, yang mencegah penambahan berat badan.
Kontrol tekanan darah
Menurut penelitian, alpukat mengandung asam oleat dalam jumlah yang tinggi, yang secara signifikan dapat menurunkan tekanan darah.
Karena tekanan darah tinggi dapat menyebabkan serangan jantung, konsumsi alpukat dapat mengurangi risiko yang terkait dengan penyakit kardiovaskular (CVD) tersebut.
Kontrol gula
Alpukat baik untuk pasien diabetes, karena buah tersebut memiliki rendah gula. Kandungan serat yang tinggi dalam alpukat memperlambat penyerapan gula dalam aliran darah, dan mencegah lonjakan kadar glukosa pada darah.
Alpukat bermanfaat bagi pasien yang menderita peningkatan kadar kolesterol. Buah ini mengandung asam oleat, asam lemak tak jenuh tunggal yang dapat membantu menurunkan LDL atau kolesterol jahat.
Berita Terkait
-
4 Facial Wash Berbahan Utama Alpukat, Rahasia Kulit Lembap dan Bebas Kusam
-
3 Rekomendasi Sheet Mask yang Mengandung Buah Alpukat, Ampuh Atasi Penuaan
-
Dari Alpukat Hingga Jeruk, 10 Buah Ampuh untuk Meremajakan Kulit
-
Manfaat Makan Alpukat Bagi Kesehatan
-
Tampung Keluhan Penghapusan NIK, DPRD DKI Minta Aplikasi ALPUKAT BETAWI Dioptimalkan
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS