Suara.com - Penelitian terbaru Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengungkapkan penggunaan dua masker sekaligus bisa memberikan perlindungan lebih maksimal dari virus corona penyebab sakit Covid-19.
Studi ini tertuang dalam jurnal Morbidity and Mortality Weekly Report yang diterbitkan pada Rabu, 10 Februari 2021 lalu, yang menyoroti pentingnya mengoptimalkan kinerja masker.
"Sampai penyuntikan vaksin Covid-19 mencapai kekebalan kelompok (herd immunity), maka masker jadi media yang paling efektif memperlambat penularan SARS CoV 2," terang CDC dikutip Suara.com dari Live Science, Kamis (11/2/2021).
Masker N95 memang lebih efektif mencegah penularan dibanding masker bedah. Ini karena masker bedah bentuknya yang lebih longgar, namun peneliti berpendapat masker yang pas akan memaksimalkan manfaat masker, termasuk di antaranya penggunaan dua masker.
Untuk meneliti ini, peneliti melakukan uji coba menggunakan manekin yang menggunakan masker dengan tiga model.
Pertama, manekin menggunakan masker bedah satu lapis. Kedua, manekin menggunakan masker bedah dilapis masker kain, dan ketiga manekin menggunakan satu lapis masker bedah namun dengan ujung talinya yang diikat.
Hasilnya peneliti CDC menemukan, pada manekin pertama yang menggunakan satu lapis masker bedah, saat batuk disimulasikan menghasilkan droplet (percikan air liur). Masker ini hanya bisa memblokir virus dari droplet kecil yang berterbangan di udara sebesar 42,0 persen.
Lalu pada manekin kedua yang menggunakan masker bedah dan dilapisi masker kain, bisa memblokir droplet virus hingga 92,5 persen. Pada manekin ketiga satu masker bedah yang diikat tali kanan kirinya hanya mampu memblokir droplet sebesar 44,3 persen.
Pada percobaan kedua, dummy manekin ini diberi jarak 6 kaki atau 1,8 meter, satu manekin memakai masker dan satu lainnya tidak menggunakan masker. Hasilnya manekin yang memakai dua masker hanya bisa menahan masker sebesar 83 persen.
Baca Juga: Bidan di Pandeglang Positif Corona usai Divaksin, Kini Diisolasi di RS
Tapi saat kedua manekin menggunakan dua masker dengan jarak 1,8 meter, presentase perlindungan meningkat jadi 96,4 persen.
Lalu pada manekin satu masker bedah yang talinya diikat, tapi manekin lain tidak memakai masker, manekin tersebut hanya bisa memblokir sebesar 84,5 persen.
Tapi saat kedua manekin menggunakan satu masker bedah yang talinya diikat dengan jarak 1,8 meter, presentasi perlindungan meningkat hingga 95,9 persen.
"Berbagai cara harus bisa kita lakukan untuk memaksimalkan kinerja masker jadi lebih baik, sehingga kita lebih cepat bisa mengakhiri pandemi Covid-19," terang Petugas Media Covid-19 CDC, Dr. John T.Brooks.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?