Suara.com - Bagi kebanyakan orang, Covid-19 merupakan penyakit yang singkat dan ringan. Namun, bagi sebagian lainnya, Covid-19 harus dihadapi dalam jangka waktu yang lama dan sederet keluhan kesehatan yang terus-menerus menetap. Seperti contohnya adalah kasus long Covid-19. Sebenarnya, apa itu long covid, dan seperti apa dampak long Covid-19?
Mengenal Apa itu Long Covid
Long covid merupakan kondisi gejala Covid-19 yang dialami oleh pasien yang telah sembuh dari virus Corona. Istilah long Covid merupakan suatu gejala Covid-19 jangka panjang yang dialami oleh pasien beberapa bulan pasca infeksi atau saat masa pemulihan.
Dari sejumlah studi, gejala long Covid banyak dijumpai pada pasien yang berusia 18-34 tahun. Sementara itu, sekitar 20 persen pasien long Covid mengalami gejala yang bersifat menetap.
Dampak long Covid tentunya akan mengurangi kualitas hidup seseorang dan tidak menutup kemungkinan akan muncul gejala berat pada kasus-kasus khusus.
Gejala Long Covid
Pada umumnya, gejala long Covid yang muncul di bidang THT-KL antara lain:
- Hilangnya kemampuan untuk mencium bau (anosmia) dan gangguan indera penciuman dalam mengidentifikasi bau-bauan (parosmia).
- Hilangnya kemampuan mengecap (dysgeusia), juga menjadi salah satu gejala yang kerap ditemukan pada pasien dengan long Covid.
- Gejala lain yang sering muncul adalah batuk, sesak napas, nyeri otot, diare, mual, malaise, nyeri perut, dan gangguan saraf.
- Tidak jarang pula muncul gejala berupa kesulitan berpikir, napas pendek pendek, gangguan irama jantung, dan gejala Covid lainnya.
Dokter spesialis patologi klinik Primaya Hospital Bekasi Timur, dr Muhammad Irhamsyah SpPK M.Kes, menjelaskan dalam mendeteksi pasien yang mengalami long Covid bisa dilakukan dengan beberapa tahapan. Di antaranya adalah sebagai berikut ini:
Baca Juga: Anak Juga Bisa Alami Dampak Jangka Panjang Covid-19, Ini Gejalanya
- Wawancara
- Pemeriksaan fisik
- Riwayat penyakit sebelumnya
- Pemeriksaan penunjang oleh dokter-dokter ahli agar dapat menentukan bahwa pasien mengalami gejala long Covid. Pemeriksaan penunjang juga berperan sangat penting untuk membantu klinis apakah gejala yang dialami oleh pasien adalah gejala Covid-19 atau tidak.
Bagaimana, setelah membaca ulasan singkat di atas, sekarang Anda sudah paham tentang apa itu long Covid, bukan?
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan