Suara.com - Setelah menikah, banyak pasangan berharap memiliki keturunan. Sayangnya, tak semuanya memiliki kesempatan ini pada tahun pertama pernikahan mereka.
Hal ini dijelaskan oleh Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Pondok Indah, dr. Shanty Olivia Febrianti Jasirwan, SpOG.
Menurut dia, pada pasangan yang tidak mengalami gangguan kesuburan, peluang tertinggi terjadinya kehamilan ada pada usia 1-2 bulan setelah pernikahan sebesar 20-25 persen per siklus per bulan.
Semakin lama, lanjut dia, peluang kehamilan akan semakin kecil. Pada pasangan yang memiliki gangguan kesuburan, peluang kehamilan bahkan hanya mencapai 3 persen per siklus per bulan setelah 1 tahun pernikahan.
"Jika terdapat 10 pasangan yang baru menikah, maka sekitar 7 pasangan akan hamil setelah 6 bulan menikah," ujar dr. Shanty Olivia dalam diskusi bersama media secara virtual pada Rabu (10/3/2021).
Selanjutnya, 9 pasangan akan hamil secara alami dalam kurun waktu 1 tahun pernikahan. Sementara 1 pasangan lainnya diduga mengalami infertilitas atau gangguan kesuburan. Kasus ini mencapai 10-15 persen.
Karenanya, lanjut dokter Olivia, jika pasangan suami istri belum juga hamil dalam waktu satu tahun pernikahan, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter kandungan guna mendapatkan perawatan yang tepat.
"Perawatannya pun beragam, mulai dari induksi ovulasi pada perempuan, pemeriksaan kualitas sperma pada pria, hingga program hamil terbantu seperti inseminasi atau bayi tabung," ungkap dia.
Baca Juga: Dikerjai Habis-habisan, Pengantin Pria Ngenes Lihat Istri Dipepet Teman
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh