Suara.com - Metode pemeriksaan fetomaternal bisa mendeteksi adanya kelainan genetik pada bayi atau pada kondisi ibu saat mengandung buah hati.
Sehingga risiko kecacatan pada bayi bisa dikurangi sejak anak masih berada di dalam kandungan, dengan catatan calon ibu harus menceritakan riwayat kesehatan dan kehamilan kepada dokter.
"Informasi tersebut sangat penting karena penanganan dan pengobatan bisa dilakukan secara tepat. Jangan sembunyikan hal-hal tersebut karena dapat berakibat fatal," ujar Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Dr. dr. Wiku Andonotopo, SpOG(K)FM, Ph.D., FMFM dalam keterangannya, Rabu (10/10/2021).
Berikut beberapa jenis kelainan pada janin yang harus diwaspadai sejak di dalam kandungan.
1. Kelainan kongenital mayor
Ini adalah kelainan bawaan yang tidak dapat dikoreksi, yang menyebabkan bayi tidak bisa beradaptasi terhadap kehidupan normal.
Contohnya seperti: bayi yang tidak memiliki tempurung kepala, bayi tanpa ginjal, bayi dengan jantung bocor, atau terjadi penyumbatan pada otak yang menyebabkan hydrocephalus.
2. Kelainan congenital minor
Sejenis kelainan yang tidak membutuhkan koreksi operatif apapun, juga kelainan yang masih bisa dikoreksi dengan tindakan operatif, dimana bayi masih dapat beradaptasi dengan kehidupan normal.
Baca Juga: Ibu Hamil Pecandu Alkohol, Dampak Buruk ke Anak Bertahan Hingga Dewasa
Contohnya antara lain: tangan dan tulang kaki bayi bengkok yang dapat dikoreksi secara ortopedik, dan lain-lain.
Melalui pemeriksaan fetomaternal, kelainan-kelainan ini bisa dideteksi sejak trimester pertama kehamilan, yaitu screening pada usia kehamilan 11 hingga 14 minggu. Pada kondisi itu kelainan yang bersifat umum, seperti kelainan anatomis bentuk tubuh kepala, kaki, dan lain sebagainya bisa terdeteksi.
Jika kondisi janin normal, dapat dilanjutkan dengan screening kedua, yang dimulai pada kehamilan 17 hingga 24 minggu untuk melihat kelainan organ seperti otak, jantung, struktur tubuh, ginjal, dan usus, dengan lebih mendetail.
"Pada kondisi janin yang abnormal, sebaiknya pemeriksaan dan screening dilakukan oleh dokter spesialis fetomaternal yang kompeten," terang Dr. Wiku yang berpraktik di RS Eka Hospital BSD Tangerang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak