Suara.com - Penasihat ahli vaksin Organsisi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan vaksin Johnson & Johnson untuk digunakan di negara-negara dengan varian baru virus corona. Hal ini dinyatakan oleh pihak WHO pada hari Rabu (17/3/2021).
Melansir dari Medical Xpress, setelah pertemuan dengan Kelompok Penasihat Strategis Ahli (SAGE), WHO mengeluarkan rekomendasinya tentang bagaimana vaksin harus digunakan.
Membandingkan uji coba massal vaksin di berbagai negara, SAGE mengatakan bahwa meskipun varian Afrika Selatan dominan di negara itu, vaksin masih menunjukkan kemanjuran. Hal yang sama juga terjadi di Brasil di mana mereka memiliki varian virus corona tersediri.
"Kami memiliki vaksin yang terbukti aman dan menunjukkan kemanjuran yang direkomendasikan untuk digunakan pada orang di atas usia 18 tahun, tanpa batas usia atas," kata ketua SAGE Alejandro Cravioto kepada wartawan.
"Di negara-negara dengan penyebaran varian baru yang tinggi, kami menyarankan Anda untuk menggunakannya (vaksin J&J)," imbuhnya.
Secara keseluruhan, satu dosis vaksin memiliki kemanjuran 66,9 persen melawan infeksi simptomatik, 76,7 persen kemanjuran melawan penyakit Covid-19 yang parah setelah 14 hari yang naik menjadi 85,4 persen setelah hari ke-28.
"Kemanjuran vaksin terhadap rawat inap adalah 93,1 persen. Kemanjuran vaksin dipertahankan di semua jenis kelamin, usia dan etnis," kata para ahli.
SAGE mengatakan bahwa seperti suntikan Covid-19 lainnya, vaksin J&J harus disuntikkan di bawah pengawasan perawatan kesehatan. Vaksin ini kini menjadi satu-satunya vasin satu dosis yang telah disahkan oleh WHO.
Baca Juga: Ajukan Sidang Virtual saat Jadi Saksi Kasus Video Syur, Ini Alasan Gisel
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi