Suara.com - Seorang wanita berusia 25 tahun menangis darah selama siklus menstruasinya. Wanita yang tidak disebutkan namanya ini mendatangi UGD dengan air mata darah di kedua matanya. Ia mengatakan kejadian ini sudah terjadi dua kali dalam dua bulan terakhir.
Air mata darah merupakan kondisi yang dikenal sebagai hemolacria, dan dapat disebabkan oleh berbagai hal, lapor Live Science.
Dalam kasus wanita ini, matanya normal dan dia tidak sakit atau terluka. Namun, kondisinya ini selalu terjadi dalam permulaan periode haid.
Menurut dokter yang menanganinya, air mata sang wanita mungkin mewakili konvergensi yang sangat tidak biasa dari dua kondisi, yakni vicarious menstruation dan hemolacria.
Saat diperiksa, sang wanita tidak mengalami gejala lain seperti sakit kepala, pusing, atau masalah kesehatan lainnya. Matanya pun tidak rusak, tidak ada kelainan pada sinus dan saluran air mata.
Setelah mengesampingkan kemungkinan lain, dokter mendiagnosis sang wanita dengan vicarious menstruation.
Vicarious menstruation merupakan kondisi ketika seorang wanita mengalami pendarahan bulanan yang bisa keluar dari bagian tubuh lainnya, tidak hanya rahim. Jadi, darah bisa keluar dari hidung, telinga, paru-paru, puting susu, mata, hingga kulit.
Sang wanita ini juga mengaku ia sempat mengalami mimisan sebelum menangis darah.
Dokter pun merawatnya dengan kontrasepsi oral, dan setelah tiga bulan menjalani terapi hormonal, wanita ini tidak lagi mengalami pendarahan tambahan.
Baca Juga: 5 Asupan agar Menstruasi Lancar, Jahe Termasuk!
"Ini adalah kasus klinis yang langka dan tidak biasa," tulis para dokter.
Namun, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memahami apa yang menyebabkan kasus air mata darah wanita ini, dan untuk menentukan bagaimana kondisi seperti ini dirawat dalam jangka panjang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi