Suara.com - Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic meneteskan air mata saat menghadiri konferensi pers yang mengumumkan dirinya resmi kembali ke Timnas Swedia.
Zlatan Ibrahimovic kembali membela skuad The Blue and Yellow setelah lima tahun absen pasca memutuskan pensiun dari sepakbola internasional setelah Euro 2016.
Dalam konferensi pers, Ibrahimovic yang terkenal tangguh dan cenderung arogan, nyatanya tak mampu membendung emosinya saat dipastikan kembali memperkuat negara tercinta.
Dia menangis saat menjawab pertanyaan terkait seperti apa reaksi dua putranya, Maximilian (14) dan Vincent (12) atas keputusan yang dia buat untuk kembali ke Timnas Swedia.
"Vincent menangis ketika saya meninggalkannya," kata Ibrahimovic yang turut meneteskan air mata saat dalam konferensi pers, dikutip dari Sky Sports, Selasa (23/3/2021).
Ibrahimovic adalah top skor sepanjang masa Timnas Swedia. Dia telah mencetak 62 gol dari 116 penampilan bersama The Blue and Yellow.
Pelatih Timnas Swedia, Janne Andersson punya andil besar dalam kembalinya Ibrahimovic ke timnas. Dia langsung terbang ke Milan untuk membicarakan rencanannya kepada penyerang 39 tahun tersebut.
Ibrahimovic sendiri dikabarkan sangat menghormati Andersson, meski keduanya pernah bentrok di masa lalu.
Lebih jauh, Ibrahmovic menekankan bahwa dirinya kembali ke Timnas Swedia bukan untuk bersenang-senang saja. Dia ingin membantu timnya meraih hasil dan prestasi yang baik.
Baca Juga: Solskjaer Puji Impak Paul Pogba di San Siro
"Saya sekarang memiliki kesempatan untuk bermain untuk negara saya dan saya melakukannya dengan hormat," kata Ibrahimovic.
"Tetapi ini bukan hanya tentang itu --sepertinya saya hanya senang berada di sini, tetapi saya di sini untuk mendapatkan hasil, untuk membawa hasil untuk pelatih dan rekan satu tim saya dan seluruh negara."
"Sebanyak saya berbicara di sini, jika saya tidak membawa hasil, hal itu tidak ada artinya," tambahnya.
Swedia akan menjamu Georgia dalam laga perdana kualifikasi Piala Dunia 2022 pada Kamis sebelum mengunjungi Kosovo tiga hari kemudian dan memainkan pertandingan persahabatan melawan Estonia.
Tag
Berita Terkait
-
Bangkit Kalahkan Fiorentina, Ibrahimovic Puji Karakter Milan
-
Akhirnya Menang Lagi! AC Milan Susah Payah Kalahkan Fiorentina 3-2
-
Belajar dari All England, PSSI Berencana Sewa Pesawat buat Timnas Indonesia
-
Fokus Ibrahimovic Kini Sepenuhnya Tercurah pada Gelar Scudetto
-
Kemenangan Manchester United di San Siro yang Buat Solskjaer Berseri-seri
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati