Suara.com - Sebuah studi baru yang menggunakan data dari Nurses Health Study II menemukan bahwa perempuan yang mengalami keguguran tampaknya lebih mungkin meninggal sebelum usia 70 tahun dibandingkan mereka yang tak pernah mengalami kegugutan. Penelitian ini telah diterbitkan pada jurnal BMJ.
Melansir dari Everyday Health, studi menemukan bahwa ada hubungan antara keguguran dan kematian dini, terutama keguguran sebelum usia 24 tahun atau yang mengalami tiga kali atau lebih keguguran.
"Ada semakin banyak bukti bahwa berbagai peristiwa reproduksi sepanjang hidup seorang wanita termasuk keguguran, dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan kematian dini di kemudian hari," kata Jorge Chavarro, MD, seorang profesor kedokteran di Harvard Medical School di Boston dan rekan penulis dari penelitian.
"Peristiwa seperti keguguran bisa menjadi tanda peringatan dini bagi perempuan dan dokter mereka bahwa mereka mungkin memiliki kerentanan tinggi terhadap kondisi ini," katanya.
Penelitian sebelumnya telah telah menunjukkan bahwa perempuan dengan riwayat keguguran memiliki risiko lebih besar terkena tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, dan diabetes tipe 2. Tetapi tidak banyak bukti yang mengaitkan keguguran dengan risiko kematian dini.
Untuk mengeksplorasi hubungan ini lebih jauh, para peneliti menggunakan data dari 101.681 peserta penelitan. Para perempuan tersebut menyelesaikan kuesioner setiap dua tahun selama masa tindak lanjut dan ditanya tentang kehamilan.
Para peneliti menemukan bahwa 25,6 persen perempuan (26.102) memiliki setidaknya satu kehamilan yang berakhir dengan keguguran. Selama masa tindak lanjut 24 tahun, telah terjadi 2.936 kematian dini di antara perempuan termasuk 1.346 kematian akibat kanker dan 269 kematian akibat penyakit kardiovaskular.
Tingkat kematian dari semua penyebab sebanding untuk perempuan dengan dan tanpa riwayat keguguran (1,24 per 1.000 orang per tahun), tetapi lebih tinggi untuk perempuan yang mengalami tiga atau lebih keguguran (1,47 per 1.000 orang per tahun) dan untuk perempuan yang melaporkan keguguran pertama mereka sebelum usia 24 (1,69 per 1.000 orang per tahun).
Baca Juga: Sedang Hamil? Jangan Lupa Lakukan Prenatal Yoga Agar Tubuh Lebih Nyaman
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?