- Korban banjir bandang di Aceh dan Sumatra hampir empat bulan pasca-bencana masih rentan penyakit seperti ISPA, diare, dan infeksi kulit.
- Kepadatan di lokasi pengungsian menjadi faktor utama peningkatan penyakit, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi dan lansia.
- Layanan kesehatan dasar di Aceh Tamiang berangsur pulih, dengan sebagian besar Puskesmas berfungsi dan distribusi 31 unit ambulans.
Suara.com - Nyaris 4 bulan pasca banjir bandang menghantam Aceh hingga Sumatra. Namun korban bencana masih dibayangi ancaman penyakit pasca banjir seperti ISPA, diare hingga infeksi kulit kerena kekebalan tubuh yang menurun dan lingkungan kotor.
Situs resmi Kementerian Kesehatan RI yang dipublikasi 9 Januari 2026 menyebutkan infeksi saluran napas atas (ISPA), diare dan infeksi kulit banyak dialami korban banjir di Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang.
Kepadatan lokasi pengungsian disebut berkontribusi besar terhadap meningkatnya penyakit tersebut. Apalagi di pengungsian terdapat kelompok rentan yang imunitasnya cenderung rendah seperti bayi, balita, ibu hamil, menyusui, lansia, penyandang disabilitas, ODGJ, hingga pasien dengan penyakit tidak menular.
Untuk mencegah penularan berbagai penyakit ini, maka para petugas berusaha memastikan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat alias PHBS, hingga pemantauan sanitasi lingkungan agar kelompok rentan tidak mudah tertular penyakit.
Di sisi lain saat ini Aceh yang mayoritas merupakan pemeluk agama islam dalam waktu dekat bakal menyambut Hari Raya Idulfitri, sehingga berbagai pihak diharapkan memberi perhatian khusus agar mereka bisa merayakan hari keagamaan dalam suka cita, dan tidak jatuh sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, dr. Mustakim, M.Kes, Sp.DLP yang ikut memantau pemberian donasi seperti dapur umum hingga suplemen herbal seperti Stimuno kepada ribuan korban bencana pada 5 Maret 2026 lalu, dinilai bisa bantu pemulihan pasca bencana.
“Momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial. Dukungan seperti ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kesehatan warga,” ujar dr.Mustakim melalui keterangan yang diterima Suara.com, Sabtu (15/3/2026).
Pemberian bantuan ini juga selaras dengan kampanye 'Perbaiki Imun, Perkuat Iman', lantaran suplemen herbal yang terbuat dari ekstrak Phyllanthus niruri atau daun meniran ini bisa mempercepat proses pemulihan dari sakit hingga meningkatkan imunitas.
Apalagi suplemen herbal ini kerap diresepkan untuk pemulihan ISPA, tuberkulosis, influenza like illness, hepatitis B, infeksi kulit seperti herps zoster, kandidiasis vagina dan varicella.
Baca Juga: Jelang Idulfitri, Pemerintah Kebut Pembangunan Huntara dan Huntap di Aceh Tamiang
Itu adalah sederet penyakit menular yang bisa mengancam korban bencana karena padatnya pengungsian. Apalagi beberapa warga Dusun Melati dan Kampung Durian di Aceh Tamiang yang mendapat bantuan ini, mengalami berbulan-bulan hidup di pengungsian karena rumahnya hilang diterjang banjir bandang.
"Dengan melibatkan partisipasi masyarakat, manfaat dari gerakan berbagi ini dapat menjangkau lebih banyak komunitas yang sedang menjalani proses pemulihan,” ungkap General Manager Consumer Health Dexa PT Dexa Medica, Andy Mitra Gunadi.
Kabar baikya, jika sebelumnya sistem kesehatan Aceh Tamiang nyaris lumpuh karena Puskesmas hingga rumah sakit dihantam banjir. Kini Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini nyaris seluruh Puskesmas sudah berfungsi kembali.
"Dalam waktu dua minggu, sebagian besar rumah sakit sudah kembali beroperasi. Untuk puskesmas, hampir seluruhnya berfungsi kembali dalam waktu empat minggu. Jadi, dalam waktu sekitar satu bulan, layanan kesehatan dasar pada dasarnya sudah berjalan normal," ujar Menkes Budi dalam kunjungannya di Aceh pada Kamis, 12 Maret 2026 lalu.
Sebanyak 31 unit ambulans akan didistribusikan ke 31 fasilitas pelayanan kesehatan di 11 kabupaten/kota, meliputi kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 7 unit, Aceh Utara yaitu 6 unit, Aceh Tengah mendapat 5 unit, Bener Meriah sebanyak 3 unit, Bireuen mendapat 3 unit ambulans.
Lalu ada Gayo Lues mendapat 2 unit ambulans, Aceh Timur dapat 1 unit, Pidie Jaya kedatangan 1 unit, Kota Medan mendapat 1 unit, Kabupaten Tapanuli Tengah memperoleh 1 unit, dan Kota Pariaman kedapatan 1 unit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?