Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkritik pembagian vaksin Covid-19 yang dianggap tidak adil antara negara kaya dan negara miskin.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan target melihat program vaksinasi berlangsung pada Sabtu di setiap negara terlewatkan.
"Masih ada ketidakseimbangan yang mengejutkan dalam distribusi vaksin secara global," kata Tedros, pada konferensi pers Jumat (9/4/2021) kemarin, dilansir BBC.
Di negara berpengahsilan tinggi atau negara kaya, hampir satu dari empat orang sudah menerima vaksin Covid-19. Sebaliknya, di negara miskin atau berpenghasilan rendah perbandingannya satu dari 500.
WHO telah lama menyerukan distribusi vaksin Covid-19 yang lebih adil. Mereka memimpin skema Covax yang dirancang untuk mendukung negara-negara miskin.
Skema Covax diharapkan dapat mendistribusikan setidaknya 100 juta dosis ke seluruh dunia pada akhir Maret, tetapi sejauh ini hanya 38 juta suntikan yang telah diberikan.
“Kami berharap bisa mengejar selama April dan Mei,” sambung Tedros.
Dia juga mengkritik negara-negara yang mencari kesepakatan vaksin mereka sendiri di luar skema Covax.
"Beberapa negara dan perusahaan berencana untuk melakukan donasi vaksin bilateral mereka sendiri, melewati Covax karena alasan politik atau komersial mereka sendiri," lanjutnya.
Baca Juga: Panpel Olimpiade Tokyo Siapkan 300 Kamar Hotel untuk Isolasi Covid-19
Menurutnya, hal tersebut dapat membuat kasus ketidakadilan vaksin semakin tinggi.
"Kelangkaan pasokan mendorong nasionalisme vaksin," tambahnya.
Melalui skema Covax, WHO berharap dapat memberikan lebih dari dua miliar dosis vaksin ke 190 negara dalam waktu kurang dari setahun.
Secara khusus, mereka ingin memastikan 92 negara yang lebih miskin akan menerima akses ke vaksin pada saat yang sama dengan negara yang lebih kaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang