Suara.com - Perwakilan Duke dan Duchess of Sussex mengumumkan bahwa Meghan Markle tidak dapat menghadiri pemakaman Pangeran Philip pada 17 April mendatang karena sedang hamil.
Markle, yang sekarang sedang hamil anak kedua tidak mendapat izin medis untuk melakukan perjalanan ke London, Inggris, bersama suaminya.
Obgyn di Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Universitas Wisconsin, Makeba Williams, mengatakan terbang selama kehamilan umumnya aman sebelum 36 minggu.
Tetapi akan ada lebih banyak tindakan pencegahan diperlukan selama pandemi virus corona ini, terutama jika ibu hamil tersebut belum divaksin.
Mengapa ibu hamil tidak diperbolehkan naik pesawat?
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, terbang sesekali selama kehamilan sebagian besar aman jika tidak memiliki masalah dengan kondisinya atau masalah kesehatan lain yang membuat penerbangan berisiko.
Namun, dilansir Insider, ibu hamil harus mengambil beberapa tindakan pencegahan tambahan untuk mengelola risiko potensial.
Pertama, kehamilan dan penerbangan meningkatkan risiko pembekuan darah. Karenanya, penting bagi mereka untuk berdiri, berjalan-jalan atau melakukan senam kaki untuk meningkatkan sirkulasi darah.
Kedua, penerbangan juga berpotensi mengalami turbulensi parah, yang bisa berbahaya bagi janin yang sedang berkembang. Itu sebabnya, ACOG menekankan penggunaan sabuk oengaman pada penumpang hamil saat duduk.
Baca Juga: Puas dengan Program Kehamilan, Zaskia Sungkar Kembali Ingin Punya Momongan
Williams juga merekomendasikan agar tetap terhidrasi dan menghindari makanan asin, yang dapat menyebabkan retensi air.
Di sisi lain, sebagian besar maskapai penerbangan tidak mengizinkan ibu hamil untuk terbang jika mereka sudah 36 minggu atau lebih.
"Itu adalah titik di mana persalinan bisa lebih sering terjadi, dan tidak ada yang ingin mengandangkan pesawat hanya karena Anda akan melahirkan," pungkas Williams.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
Terkini
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi