Suara.com - Dua penelitian baru menunjukkan varian baru virus corona yang terdeteksi di Inggris tampaknya tidak menyebabkan Covid-19 parah, kematian, atau risiko long Covid-19.
Temuan ini bertentangan dengan penelitian awal dari pejabat kesehatan Inggris yang menyatakan varian tersebut lebih mematikan.
"Temuan kami menunjukkan bahwa, meskipun lebih mudah menyebar, varian tidak mengubah jenis atau durasi gejala yang dialami, dan kami percaya vaksin saat ini dan pengobatan tetap efektif melawannya," kata Mark Graham, rekan penulis studi di King's College London.
Menurut Live Science, varian bernama B.1.1.7 pertama kali muncul di Inggris pada September 2020 dan sejak itu menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Dalam studi baru Graham, yang terbit Senin (12/4/2021) di jurnal The Lancet Public Health, peneliti menganalisis informasi dari hampir 37.000 orang di Inggris yang positif Covid-19 antara September hingga Desember 2020.
Hasilnya, peneliti studi menemukan varian B.1.1.7 meningkatkan jumlah reproduksi dasar, atau rata-rata jumlah orang yang tertular virus dari satu orang yang terinfeksi, yakni sebesar 1,35 kali, dibandingkan dengan strain SARS-CoV-2 asli.
Dalam studi kedua yang terbit di jurnal The Lancet Infectious Diseases, peneliti menganalisis idata 341 pasien yang dirawat di Rumah Sakit Universitas College London dan Rumah Sakit Universitas Middlesex Utara Inggris, antara November dan Desember 2020. Sebanyak 58% dari pasien terinfeksi varian B.1.1.7 dan 42% terinfeksi strain lain.
Peneliti tidak menemukan hubungan antara strain virus dan tingkat keparahan penyakit. Pada kelompok B.1.1.7, sekitar 20% pasien dari semua pasien menderita sakit parah dan 16% dari semua pasien meninggal.
Jadi, pasien yang terinfeksi B.1.1.7 cenderung memiliki viral load yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang terinfeksi strain lain.
Baca Juga: Perempuan Meninggal Usai Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson, CDC Akan Dalami
"Pengamatan (penulis) bahwa infeksi B.1.1.7 dikaitkan dengan peningkatan viral load dari dua penelitian dan memberikan hipotesis mekanis bahwa peningkatan penularan melalui peningkatan pelepasan pernapasan," kata Sean Wei Xiang Ong, dari National Center for Infectious Diseases, Singapura.
Namun, kedua studi tersebut memiliki keterbatasan, yakni didasarkan pada gejala yang dilaporkan sendiri dan para peneliti tidak dapat menentukan pengguna mana yang pasti terinfeksi B.1.1.7.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat