Suara.com - Setiap vaksin Covid-19 memiliki tingkat efektivitas dan kadar tersendiri agar bisa menimbulkan imunitas tubuh.
Baru-baru ini, CEO Pfizer mengatakan bahwa orang-orang kemungkinan akan membutuhkan dosis ketiga vaksin Covid-19 dalam satu tahun setelah diinokulasi.
Hal itu karena seorang ilmuwan terkemuka AS memperingatkan bahwa kekebalan dari suntikan tampaknya pada akhirnya akan berkurang. Demikian seperti dilansir dari New York Post.
"Kemungkinan" booster akan diperlukan dalam waktu 12 bulan setelah rejimen dua dosis, kata CEO Pfizer Albert Bourla.
“Sangat penting untuk menekan kumpulan orang yang rentan terhadap virus,” kata Bourla kepada CNBC.
Dia mengatakan ada kemungkinan orang perlu mendapatkan suntikan Covid19 setiap tahun.
Sebelumnya pada hari itu, Dr. David Kessler, kepala sains di tim tanggapan virus corona Presiden Biden, mengatakan kepada anggota parlemen di Capitol Hill bahwa penelitian menunjukkan bahwa tingkat kekebalan vaksin tampaknya menurun seiring waktu.
“Kami tidak tahu segalanya saat ini. Kami sedang mempelajari ketahanan respon antibodi. Kelihatannya kuat, tetapi ada beberapa memudarnya dan tidak diragukan lagi varian [adalah] tantangan ... Mereka membuat vaksin ini bekerja lebih keras," kata dia
Tapi Kessler mengatakan orang Amerika dapat berharap untuk menerima tembakan pendorong di telepon.
Baca Juga: Indonesia Jadi Tempat Uji Coba Vaksin Nusantara yang Dikembangkan Amerika
“Saya pikir kita harus berharap bahwa kita mungkin harus meningkatkan, dan mungkin harus meningkatkan lagi,” kata Kessler.
“Tidak ada keputusan, tapi pemikiran saat ini yang pasti, mereka yang lebih rentan mungkin harus pergi dulu,” tambahnya.
“Tapi saya pikir [karena] Anda memiliki banyak vaksin, kami memahami bahwa [pada] titik waktu tertentu, kami perlu meningkatkan, apakah itu pada sembilan bulan atau 12 bulan. Kami sedang mempersiapkannya. "
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia