Suara.com - Beberapa orang mungkin sudah terbiasa mandi air dingin dan beberapa lainnya tidak. Padahal mandi air dingin tak sekadar membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tapi juga meningkatkan manfaat kesehatan lainnya.
Kecuali, Anda tanggal di iklim panas yang membuat mandi air dingin bisa memberikan respons kurang baik pada kesehatan. Pada kondisi ini, mandi air dingin bisa memicu respons stres.
Menurut Dr Michael Mosley, mandi air dingin di iklim panas akan membuat Anda mengalami hiperventilasi, detak jantung akan meningkat dan tubuh akan dibanjiri adrenalin.
Sedangkan, respons stres yang terlalu tinggi juga tidak baik untuk kesehatan. Di sisi lain, mandi air dingin juga bisa memberikan manfaat kesehatan dan bila dilakukan rutin akan membuat tubuh terbiasa secara bertahap.
"Seiring waktu, tubuh Anda akan beradaptasi dengan air dingin dan respons stres akan turun secara bertahap. Pada akhirnya, kita akan mendapatkan manfaatnya," kata Dr Mosely dikutip dari Express.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa berenang di air dingin memiliki banyak manfaat kesehatan. Hal serupa juga berlaku bila orang rutin mandi air dingin.
"Saat berenang di air dingin, orang dengan kesehatan baik akan mendapatkan manfaat kesehatan yag lebih banyak," kata peneliti.
Menurut tinjauan tersebut, perubahan fungsi hematologis dan endokrin adalah beberapa manfaat kesehatan yang diperoleh dari mandi air dingin. Hematolongi melibatkan diagnosis dan pengobatan pasien yang memiliki kelainan pada darah dan sumsum tulang.
Sistem endokrin adalah rangkaian kelenjar yang memproduksi dan mengeluarkan hormon yang digunakan tubuh untuk melakukan berbagai fungsinya, seperti pernapasan.
Baca Juga: Krisis akibat Virus Corona, Banyak Krematorium di India Merasa Kewalahan
Penelitian juga telah mencatat bahwa lebih sedikit kasus infeksi saluran pernapasan bagian atas, gangguan mood dan kesejahteraan umum setelah berenang di air dingin atau mandi air dingin.
Beberapa penelitian juga menggambarkan efek positif pada sistem kardiovaskular dan faktor risiko kardiovaskular. Berenang di air dingin nampaknya berdampak positif pada faktor risiko kardiovaskular, seperti profil lipid.
Profil lipid mengukur tingkat lipid tertentu (senyawa organik) dalam darah, seperti kolesterol. Apalagi, berenang di air dingin bisa menghambat diabetes tipe 2 dan membantu mengelola kadar gula darah dalam tubuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?