Suara.com - Orangtua perlu memperhatikan kondisi fisik anak yang masih belajar berpuasa ketika bulan Ramadhan. Dokter anak mengingatkan, anak-anak bisa saja mengalami lemas selama berpuasa.
Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Barat dr. Ayi Dilla Septarini, Sp.A., mengatakan bahwa pada umumnya, hal-hal yang membuat anak lemah saat berpuasa lantaran anak berpuasa tidak bertahap sesuai kemampuannya.
"Sebenarnya tidak ada patokan baku kapan waktu yang tepat bagi anak untuk berpuasa. Anak balita pun boleh berpuasa. Hanya saja, sebaiknya seorang anak dapat berpuasa secara bertahap, tidak langsung puasa sampai Maghrib," kata dokter Ayi dalam keterangan tertulis yang diterima suara.com.
Ia mencontihkan, untuk usia 4 tahun, anak cukup dilatih dengan puasa selama 3-4 jam tanpa makan. Sedangkan, 5-7 tahun dikategorikan sebagai usia yang cukup untuk menanamkan pengertian tentang puasa dan makanannya. Pada usia tersebut, menurut dr. Ayi, anak-anak cenderung sudah mulai berpikir kritis.
"Inilah masa-masa paling penting dalam kehidupan mereka,” ujarnya.
Sementara, anak yang berusia di bawah 7 tahun menjadi kelompok yang lebih berisiko mengalami hipoglikemia apabila berpuasa. Selain itu, mereka juga lebih rentan mengalami kekurangan cairan. Dan perubahan pola tidur akibat bangun sahur juga dapat berdampak pada kemampuannya di sekolah.
“Maka dari itu, agar anak tetap fit dan tidak lemas, lakukan durasi puasa secara bertahap. Jika tidak kuat, silahkan berbuka puasa karena anak-anak hukumnya belum wajib berpuasa,” kata dr. Ayi.
Agar dapat memotivasi anak selama latihan berpuasa, dokter Ayi membagikan beberapa tips sebagai berikut:
- Boleh memberi reward yang sederhana untuk membuat anak bersemangat. Misalnya dengan membuatkan makanan atau minuman favoritnya untuk berbuka puasa.
- Tanamkan keinginan berpuasa dalam hati anak-anak dengan cara memberikan pendidikan agama secara tersirat.
- Beri anak pengenalan sederhana mengenai manfaat puasa untuk kesehatan. Seperti untuk memperbaiki sel-sel kekebalan tubuh yang rusak agar ia tidak mudah sakit sehingga bisa belajar dan bermain lebih lama. Hal ini terjadi karena pada saat berpuasa, sistem kekebalan di dalam tubuh akan menghemat energi dengan cara meregenerasi sel-sel kekebalan tubuh yang rusak atau sudah tua untuk diganti dengan sel imunitas yang baru. Dengan memahami manfaat puasa untuk kesehatan, anak-anak tentu akan lebih bersemangat dalam menjalankan puasa.
- Tumbuhkan semangat kompetitif. Misalnya, ibu bisa memberi contoh kepada anak mengenai teman-teman seusianya yang sudah mulai berpuasa. Dengan hal seperti ini, ia tentu akan kembali bersemangat dan tidak mau kalah dengan teman-temannya yang sudah mulai berpuasa.
- Ajarkan puasa secara bertahap.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Surabaya Ramadhan ke-16 , Rabu 28 April 2021
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal