Suara.com - Vaksin Moderna merupakan salah satu vaksin Covid-19 yang telah disetujui untuk melindungi tubuh dari virus corona. Vaksin Moderna ini pun memiliki kelebihan bisa disimpan pada suhu lemari es selama 2 bulan lebih lama dari ketentuan awal.
Perusahaan Moderna memberikan pernyataan bahwa vaksin Covid-19 buatannya mendapatkan persetujuan untuk penyimpanan hanya selama 1 bulan pada suhu lemari es (2-8 derajat celcius).
Meskipun umur simpan vaksin Moderna yang lebih lama mungkin bisa memudahkan logistic dalam pengaturan klinis yang lebih kecil, bila diizinkan.
"Data pengembangan yang sedang berlangsung terkait dengan formulasi vaksin Moderna (RNA-1273) sekarang ini bisa mendukung masa simpan vaksin selama 3 bulan dalam suhu 2-8 derajat celcius. Ini bisa memudahkan distribusi vaksin ke layanan kesehatan," kata perusahaan Moderna dikutip dari Fox News.
Selain itu, perusahaan juga mengatakan vaksin Moderna juga diizinkan untuk disimpan selama 7 bulan dalam freezer standar pada suhu -20 derajat celcius.
Saat ini, formulasi vaksin Moderna pun sedang dikembangkan dan produksi vaksin berikutnya mungkin bisa mempertimbangkan umur simpan yang lebih lama di lemari es.
Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah mengesahkan perubahan pada vaksin Moderna untuk memberikan dosis ekstra dari setiap botol.
Badan tersebut mengumumkan bahwa mereka telah menyetujui botol baru vaksin Moderna bisa berisi 15 dosis vaksin, yang jumlahnya lebih banyak dari botol semula berisi 10 dosis vaksin.
Sementara, FDA telah mengambil tindakan untuk mengurangi persyaratan mengenai suhu penyimpanan untuk vaksin mRNA Covid-19. Pada akhir Febuari 2021, FDA mengizinkan distribusi dan suhu penyimpanan vaksin Pfizer yang lebih fleksibel.
Baca Juga: Badan POM Keluarkan Izin Penggunaan Vaksin Covid-19 Merek Sinopharm
Sehingga, perubahan ini memungkinkan distribusi dan penyimpanan vaksin Covid-19 selama 2 minggu pada suhu -25 hingga -15 derajat celcius, yang sering ditemukan di freezer dan lemari es farmasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?