Suara.com - Laporan terbaru terkait penularan Covid-19 di dunia per Selasa (4/4) pukul 08.05 WIB pada situs worldometers.info menunjukan jumlah kasus telah mencapai 154.173.758 infeksi.
Itu artinya, bertambah 668.221 orang yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 dalam 24 jam terakhir.
Lonjakan penularan virus corona memang tengah terjadi. Bukan hanya di India, tetapi juga negara-negara Asia Tenggara, seperti Laos dan Thailand yang alami kenaikan kasus, dikutip Bloombergh.
Peningkatan kasus juga terjadi di negara yang berbatasan langsung dengan India seperti Bhutan dan Nepal, yang telah melaporkan lonjakan infeksi signifikan dalam beberapa minggu terakhir.
Dikutip dari data worldometers, dalam sepekan terakhir Bhutan melaporkan 93 kasus baru Covid-19. Jumlah itu naik dari dua pekan sebelumnya yang hanya 65 kasus dalam seminggu.
Sementara Nepal, dalam sepekan terakhir akumulasis kasus baru mencapai 39.857 kasus, melonjak dua kali lipat dari dua pekan sebelumnya sebanyak 17.661 kasus.
Dikutip dari Bloombergh, peningkatan kasus ini terjadi karena varian virus yang lebih menular.
“Sangat penting untuk menyadari bahwa situasi di India dapat terjadi di mana saja. Ini masih merupakan tantangan besar," kata Direktur regional di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa Hans Kluge.
Varian virus corona SARS Cov-2 dari India B 1617 telah menyebar hingga ke wilayah Asia Tenggara. Malaysia telah mendeteksi kasus pertama dari varian virus tersebut pada seorang warga negara India yang diperiksa di Bandara Internasional Kuala Lumpur, kata Menteri Kesehatan Adham Baba.
Baca Juga: CEK FAKTA: Virus Corona Berasal dari Bakteri yang Kena Radiasi, Benarkah?
Demikian pula dengan Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan bahwa varian virus corona India dan Afrika Selatan telah ada di Indonesia.
Ada dua kasus infeksi virus varian India ditemukan di Jakarta dan satu kasus infeksi virus varian Afrika Selatan di Bali.
Organisasi Kesehatan Dunia mendeskripsikan varian virus corona India sebagai "varian minat", menunjukkan kemungkinan mutasi yang akan membuat virus lebih mudah menular, menyebabkan penyakit yang lebih parah atau bahkan menghindari kekebalan vaksin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak