Suara.com - Sebuah video yang ditonton ratusan ribu kali di YouTube, Facebook, dan Twitter menampilkan seorang dokter yang mengklaim bahwa berkumur dengan antiseptik dapat mencegah infeksi Covid-19.
Hal itu membuat banyak masyarakat menjajalnya. Tapi bagaimana fakta yang sebenarnya? Klaim tersebut salah, menurut pakar kesehatan.
Video itu dibagikan di sini di YouTube pada 24 April 2021. Video itu telah ditonton lebih dari 139.000 kali.
Teks video itu berbunyi: "Dokter menyarankan untuk meningkatkan kekebalan untuk mencegah Covid-19 dengan berkumur dengan povidone-iodine, melindungi virus agar tidak memasuki paru-paru #TokMaiTiang".
“Tok Mai Tiang” atau “The Discussion” adalah acara televisi Thailand yang menampilkan debat tentang topik sosial.
Video berdurasi hampir lima menit, yang dipotong dari episode penuh acara ini, menampilkan wawancara dengan seorang dokter yang mengaku, Dr. Toranas Krataitong, atau.
Pada 40 detik klip itu, dia berkata: “Biasanya ketika virus memasuki hidung dan mulut kita, virus akan berpindah ke bronkus dan paru-paru. Yang penting adalah “berkumur”. Ada banyak makalah penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan povidone-iodine, yang secara lokal dikenal sebagai versi obat kumur "Betadine" atau "Propoliz", dapat ditemukan di ahli kimia.
"Ini dapat mencegah Covid-19 masuk ke mulut Anda ke paru-paru. Mereka yang belum terinfeksi Covid-19 harus melakukan ini.”
Povidone-iodine digunakan sebagai desinfektan dan antiseptik dalam pembedahan dan untuk mengobati luka yang terkontaminasi.
Baca Juga: Polisi Diduga Pilih Kasih Gelar Razia, Pengusaha Kampung Bule Unjuk Rasa
Ini tersedia secara komersial dengan nama Betadine sebagai krim dan semprotan antiseptik, serta cairan untuk berkumur untuk "mengobati dan meredakan gejala sakit tenggorokan".
Thailand telah mencatat lebih dari 74.900 kasus Covid-19 sejak awal pandemi, menurut penghitungan AFP pada 5 Mei 2021.
Video tersebut dibagikan secara luas di media sosial di Thailand, termasuk di sini dan di sini di Facebook, di sini di Twitter, dan di sini di blog.
Pakar kesehatan memperingatkan klaim dalam video itu salah. Dr. Pokrath Hansasuta, asisten profesor virologi di Universitas Chulalongkorn Thailand, mengatakan tidak ada "bukti akademis" yang mendukung klaim tersebut di unggahan yang menyesatkan.
“Tidak ada bukti yang mendukung penggunaan povidone-iodine dalam mencegah infeksi Covid-19. Jika benar-benar berhasil, maka kita akan menyemprotnya setiap saat, ” demikian seperti dilansir dari AFP.
Dr. Pokrath menambahkan bahwa povidone-iodine adalah antiseptik yang hanya boleh digunakan pada bagian luar tubuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Jalan Kaki untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantalan Nyaman Bisa Cegah Nyeri Sendi
- 5 Mobil Bekas Blue Bird yang Banyak Dilirik: Service Record Jelas, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 7 Sepatu Sandal Skechers Diskon hingga 50% di Sports Station, Empuk Banget!
- Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang