Suara.com - Seorang penasihat sains senior pemerintah India, Rabu (5/5), memperingatkan, sebuah gelombang ketiga infeksi virus corona akan melanda negara itu, sementara India berjuang mengatasi efek menghancurkan dari gelombang yang sekarang berlangsung.
Pandemi di sana telah merenggut 4.000 nyawa dalam satu hari.
K. Vijay Raghavan menerbitkan peringatan itu setelah Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengatakan dalam laporan mingguannya, India mencapai hampir setengah dari semua kasus yang dilaporkan secara global minggu lalu, dan sekitar seperempat untuk jumlah korban yang tewas.
“Tahap tiga itu sudah merupakan kepastian, mengingat tingginya tingkat sirkulasi virus,” kata Raghavan pada sebuah konferensi pers di New Delhi.
“Namun, tidak jelas bagaimana skala waktu dari Tahap 3 ini… Kita harus bersiap-siap menghadapi gelombang baru ini.”
Krisis di India semakin diperbesar oleh kekurangan oksigen yang dibutuhkan untuk merawat pasien yang kritis, serta juga bahan mentah untuk memproduksi vaksin COVID-19.
Walaupun Serum Institute of India, produsen vaksin terbesar di dunia, berlokasi di sana, hanya 2 persen dari penduduknya yang berjumlah 1,3 miliar, telah divaksin.
Untuk membantu menanggapi kekurangan oksigen, Mahkamah Agung India, Rabu (5/5), memerintahkan pemerintah untuk mengajukan rencana guna memenuhi kebutuhan oksigen di rumah sakit-rumah sakit di New Delhi dalam satu hari.
Perdana Menteri Narendra Modi dan Partai Bharatiya Janata yang dipimpinnya telah dikecam habis-habisan selama beberapa minggu terakhir karena menyelenggarakan kampanye pemilihan besar-besaran di Bengali Barat.
Baca Juga: Kapal India Masuk Pelabuhan Dumai, 5 ABK Positif Corona
Pakar kesehatan mengatakan, reli tersebut kemungkinan telah menyumbang pada kenaikan kasus COVID-19 yang memecahkan rekor di negara bagian itu. (Sumber: VOA Indonesia)
Tag
Berita Terkait
-
MMTC Jogja Tambah 2 Pasien Baru, Total Jadi 18 Kasus Covid-19
-
Kadinkes Bali: Warga Sudah Divaksin Cepat Sembuh dari COVID-19 Varian Baru
-
Polisi Diduga Pilih Kasih Gelar Razia, Pengusaha Kampung Bule Unjuk Rasa
-
Satgas Covid-19: Pemudik Nekat Jadi Beban Berat Buat Pemerintah
-
Kapal India Masuk Pelabuhan Dumai, 5 ABK Positif Corona
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel
-
Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi
-
Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan
-
Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks
-
Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia
-
Tepis Mitos 'Lebih Aman', BPOM: 5 Juta Anak Darurat Merokok Akibat Tipu Daya Vape!
-
KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!
-
Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan
-
Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi
-
Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama