Suara.com - Meski larangan mudik telah digaungkan sejak awal Ramadhan, lalu lintas antar daerah tetap dipadati masyarakat yang bepergian. Bukan tanpa sebab mudik dilarang, tetapi juga untuk mencegah penularan virus corona makin menyebar luas.
Lantas bagaimana jika sudah terlanjur tiba di kampung halaman? Tindakan pencegahan Covid-19 masih bisa dilakukan dengan taat melakukan protokol kesehatan.
"Jadi kalau sudah terlanjur datang sampai kampung halaman atau tempat tersebut, pertama tetap protokol kesehatan. Kita boleh bertamu asal jarak 1 meter minimal. Kemudian pakai masker, semua orang itu aman apalagi kalau udara terbuka," saran dokter relawan Covid-19 dr. Fajri Addai dalam webinar Satgas Covid-19, Selasa (11/5/2021).
Kemudian, ketika akan kembali ke kota asal, dokter Fajri mengingatkan agar protokol kesehatan tetap dijalankan dengan disiplin selama perjalanan. Setibanya di tempat tujuan, disarankan untuk lakukan isolasi mandiri selama sepuluh hari. Lebih baik lagi jika melakukan tes swab.
"Selama isoman, jangan ketemu orang. Jika memang ada anggaran, untuk swab yaitu lebih baik lagi. Jika tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri sepuluh hari, berangkat ke kantor atau ke manapun itu penting untuk menjaga prokes," imbuhnya.
Dokter Fajri mengingatkan agar masyarakat jangan merasa aman meski sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19. Sebab masih ada kemungkinan terinfeksi juga menularkan. Beberapa negara seperti Australia, Selandia Baru, dan Thailand telah membuktikan bahwa penerapan protokol kesehatan yang ketat sangat berpengaruh dalam mengekang penularan virus, paparnya.
"Pemerintah mengupayakan yang terbaik tapi masyarakat harus membantu. Mau sehebat apapun rencana, kalau masyarakat enggak siap dan gak mau ikut kerjasama itu nggak akan berhasil," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang