Suara.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily mengingatkan masyarakat untuk tidak meremehkan penerapan protokol kesehatan pada hari raya Idul Fitri, Kamis (13/5/2021), agar tidak terjadi klaster baru.
"Saya kira memang harus menjadi keharusan bagi kita semua agar jangan sampai perayaan keagamaan itu menjadi pusat dari klaster baru dari Covid-19 di negara kita," kata Ace, Selasa (11/5/2021).
Ace mengatakan masyarakat yang berada di zona merah Covid-19 sebaiknya melaksanakan salat Idul Fitri di rumah masing-masing.
"Salat Idul Fitri di Masjid atau di lapangan tentu sebagaimana disampaikan MUI kita tetap harus memperhatikan zonasi. Jika zona merah maka sebaiknya salat tersebut di rumah masing-masing. Tapi kalau zona hijau harus tetap menjaga prokes," kata Ace.
Ketua Majelis Ulama Indonesia Abdullah Jaidi mengatakan salat Idul Fitri boleh dilaksanakan di lapangan atau masjid khusus untuk daerah yang masuk kategori zona hijau.
Sedangkan masyarakat yang berada di zona merah, diminta melaksanakan salat Idul Fitri di rumah.
"Bagi wilayah zona hijau, terkendali silakan melaksanakan salat Idul Fitri, baik itu di masjid dan lapangan, dengan tetap memeprhatikan prokes. Bagi wilayah zona merah maka sebaiknya saat Idul Fitri dilaksanakan di rumah masing-masing," kata Jaidi.
Jaidi mengatakan masyarakat mesti menaati aturan pemerintah yang melarang mudik demi mencegah penyebaran Covid-19. Silaturahmi dengan keluarga, kata dia, bisa dilakukan melalui secara virtual untuk sementara waktu.
"Silahturahmi lebaran sebaiknya dilakukan secara virtual dan menghindari kerumunan," kata Jaidi.
Baca Juga: Tetap Mudik? Ini Daftar Check Point Operasi Ketupat Jaya 2021 Jabodetabek
Berita Terkait
-
Pramono Anung Blak-blakan di Depan Gubernur Lemhannas: Ada Pihak yang Ingin Jakarta Tetap Banjir!
-
Pilkada Lewat DPRD, Lemhannas Sudah Serahkan Kajian Rahasia ke Prabowo
-
Relokasi Warga Gaza ke Pulau Galang Bagian dari Skenario Israel?
-
Soal Retret Sekda, Lemhannas Tunggu Koordinasi dari Kemendagri
-
Lemhannas Bakal Kaji Dampak Pemisahan Pemilu dan Pilkada terhadap Demokrasi
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?