Suara.com - Pasangan baru Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar harus merelakan calon buah hatinya. Di usia kehamilan enam bulan, Aurel mengalami keguguran.
Kabar duka ini dibagikan Aurel di akun Instagramnya pada Selasa (18/5/2021).
"Innalillahi wa innailaihi rojiun. Selamat jalan anakku sayang. Doain mama dan papa dari surga ya," tulis Aurel di keterangan unggahan foto USG.
Sebelum keguguran, Aurel juga sempat mengalami pendarahan yang terjadi tepat sebelum Idul Fitri. Hal ini menyebabkan Aurel harus istirahat total.
Spesialis kesuburan berbasis di Texas, Amerika Serikat, mengatakan keguguran merupakan insiden yang sangat umum terjadi. Biasanya terjadi pada trimester pertama ketika janin belum berusia 20 minggu.
Tingkat risiko keguguran pada minggu ke-0 hingga keenam dinilai sangat tinggi.
Ada beberapa faktor penyebabnya, termasuk usia ibu dan kondisi medis lain. Berdasarkan Healthline, berikut penyebab umum keguguran:
1. Genetik
Saat sperma dan sel telur bertemu, sel-sel bersatu. Kemudian mulai membelah untuk membentuk materi genetik yang membentuk janin.
Baca Juga: Sempat Pendarahan, Kronologi Aurel Hermansyah Hamil hingga Alami Keguguran
Janin seharusnya memiliki 46 kromosom total. Itu berarti 23 dari ayah dan 23 dari ibu. Jika terjadi kesalahan saat sel membelah, kromosom mungkin hilang atau berulang.
Sekitar 50 persen dari semua keguguran trimester pertama disebabkan oleh kelainan kromosom. Namun, ini lebih sering terjadi pada wanita usia di atas 35 tahun.
2. Infeksi
Infeksi rahim atau serviks bisa berbahaya bagi janin yang sedang berkembang. Ada juga infeksi lain yang dapat menular ke janin atau plasenta, sehingga memengaruhi kehamilan dan menyebabkan keguguran.
Infeksi tersebut seperti listeria, parvovirus B19, toxoplasma gondii, rubella, herpes simpleks, dan sitomegalovirus.
3. Masalah anatomi
Ini mengacu pada cacat rongga rahim. Jika rahim wanita tersebut tidak terbentuk dengan benar saat dia berkembang dahulu, itu mungkin tidak dapat mendukung kehamilan yang sehat.
4. Gangguan pembekuan
Gangguan pembekuan adalah kondisi yang menyebabkan tubuh ibu hamil membentuk lebih banyak pembekuan darah daripada biasanya. Contohnya, Lupus Anticoagulant (LA) dan sindrom antifosfolipid.
Dalam kasus kehamilan, penggumpalan darah da[at terbentuk di plasenta. Kondisi ini mencegah nutrisi dan oksigen masuk ke calon bayi dan mencegah pembuangan limbah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang