Suara.com - Para ilmuwan kembali menemukan varian baru virus corona di Yorkshire dengan 3 mutasi. Varian virus corona ini cukup menjadi perhatian karena dikhawatirkan kebal terhadap vaksin Covid-19.
Ilmuwan pun menduga varian virus corona Yorkshire ini lebih infektif dan invasif, sehingga lebih mudah menular dan menyebar dengan cepat serta bisa lolos dari sistem kekebalan tubuh.
Varian baru virus corona dengan 3 mutasi yang ditemukan di Yorkshire ini dikenal sebagai AV.1 atau VUI-21MAY-0. Saat ini, Public Health England (PHE) memberi label varian virus corona Yorkshire ini sebagai "varian dalam penyelidikan" karena mutasi yang ada 3 macam dan tidak biasa.
Mutasi rangkap tiga dari varian virus corona Yorkshire ini juga ditemukan dalam varian virus corona lainnya, salah satunya E484K. Para ilmuwan telah menemukan mutasi E494K ini pada varian virus corona India sebelumnya.
Para peneliti menemukan mutasi ini bisa berdampak pada kemampuan sistem kekebalan untuk melawan infeksi. Ada pula mutasi P681H dalam varian virus corona Yorkshire.
Sebelumnya, ilmuwan telah menemukan mutasi P681H ini dalam varian virus corona Inggris yang bisa meningkatkan penularan virusnya. Oleh sebab itu, para ilmuwan menduga varian virus corona Yorkshire lebih menular karena memiliki mutasi P681H.
Mutasi lainnya yang ditemukan dalam varian virus corona Yorkshire adalah N439K, yakni mutasi yang membantu virus menyerang tubuh dan bisa lolos dari sistem kekebalan yang sudah terbentuk.
Meskipun ketiga mutasi itu membuat varian virus corona Yorkshire terlihat mengancam, tapi para ahli berpesan agar semua orang tidak perlu khawatir.
"Tolong jangan khawatir. Kami ingin Anda tetap menjalani protokol kesehatan yang sudah dikehendaki," kata Greg Fell, direktur kesehatan masyarakat di Sheffield dikutip dari Express.
Baca Juga: Peneliti Temukan Virus Corona Anjing pada Anak Laki-Laki, Berbahayakah?
Anda tetap harus memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun demi melindungi diri dari penularan varian virus corona Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
Terkini
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil