Suara.com - Terapi pusar merupakan praktik ayurveda kuno yang melibatkan pengolesan minyak hangat di rongga pusar. Fungsinya adalah untuk memelihara, mendetoksifikasi, dan mengobati berbagai penyakit di tubuh.
Bagian tengah pusar memiliki makna fisik dan spiritual. Selain sebagai pintu gerbang ke tali pusar yang menopang kehidupan di dalam kandungan, pusar juga memiliki titik fokus ke 72.000 pembuluh darah. Tindakan sederhana memberi minyak pijat dapat merangsang saraf-saraf ini, yang membantu menangkal penyakit dan menjaga fungsi tubuh yang tepat.
Bagian tengah pusar, juga dikenal sebagai Cakra Manipura, terhubung ke sistem saraf pusat, sehingga minyak pijat dapat membantu meningkatkan kejernihan pikiran, mengurangi tekanan mental, dan membangun kepercayaan diri.
Dilansir dari Times of India, karena pusar adalah jalur menuju pusat tubuh, penyerapan minyak di bagian tersebut dapat menyegarkan kembali kulit, menyeimbangkan sistem pencernaan, mengisi kembali sel, dan memperbarui sumber energi. Terapi pusar yang dilakukan setiap hari di malam hari sebelum tidur dapat memberi Anda banyak manfaat kesehatan. Ini dia 5 di antaranya.
1. Meningkatkan kesehatan pencernaan
Memijat pusar membantu mengatur agni (api pencernaan) untuk meningkatkan kemampuan pencernaan, meningkatkan pembuangan kotoran dari usus secara teratur, dan meredakan ketidaknyamanan dan masalah pencernaan yang terkait dengan gas dan kembung. Saluran pencernaan yang berfungsi dengan baik membantu mengatur berat badan dan mengurangi peradangan dalam tubuh.
Minyak pijat yang disarankan: Minyak mustard atau minyak jahe
2. Meningkatkan kesuburan
Penggunaan minyak hangat secara teratur di pusar dapat membantu meningkatkan jumlah dan mobilitas sperma pada pria dan meningkatkan kesuburan wanita, serta memperkuat sistem reproduksi. Selain itu, wanita juga dapat meredakan kram dan nyeri selama periode menstruasi dengan bantuan terapi pusar karena terapi ini melemaskan pembuluh darah di sekitar lapisan rahim.
Minyak pijat yang digunakan: Minyak kelapa atau minyak zaitun
3. Meningkatkan penglihatan
Pusar memiliki hubungan langsung ke pembuluh darah yang menuju mata. Merangsang pembuluh darah tersebut dengan terapi pusar dapat meningkatkan penglihatan, mengurangi bengkak di sekitar mata, dan juga mengurangi pigmentasi. Mengoleskan minyak ke pusar dapat melumasi mata dan mencegahnya dari kekeringan berlebihan yang menyebabkan penglihatan buruk.
Baca Juga: Pusar Bau Tidak Sedap, Awas Tanda Penyakit Kista
Minyak pijat yang akan baik: Minyak almond atau minyak mustard
4. Menjaga kesehatan kulit
Memijat pusar dengan minyak esensial dapat memberikan manfaat luar biasa bagi kulit. Jika Anda ingin mengurangi pigmentasi, mencegah kekeringan berlebihan, meningkatkan tekstur kulit, menjaga hidrasi, dan menginginkan kilau alami pada kulit, maka lakukan trik sederhana terapi pusar. Minyak juga dapat membantu membersihkan darah untuk mencegah timbulnya jerawat akibat masalah hormonal dan juga menghilangkan noda pada tubuh.
Minyak pijat yang dapat digunakan: Minyak neem, minyak zaitun, minyak almond, minyak mustard, tea tree oil, minyak esensial lemon, atau minyak rosehip
5. Meredakan nyeri sendi
Orang yang menderita sakit badan karena postur tubuh yang salah, kondisi medis, atau ketegangan otot dapat memilih terapi pusar untuk meredakan nyeri, mengurangi peradangan, dan relaksasi otot.
Minyak pijat yang bisa dipilih: Minyak wijen, minyak jarak, atau minyak rosemary
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia