Suara.com - Sadar atau tidak, pusar seringkali menimbulkan bau tidak sedap ketika tidak sengaja tercium. Tentunya, banyak orang bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.
Penjelasan paling sederhana untuk bau kancing perut adalah masalah kebersihan. Kotoran, bakteri, dan kuman lain bisa terkumpul di area berlubang ini. Lekukan kecil kemungkinan akan mengumpulkan kotoran dan puing jika Anda tidak menjaganya tetap bersih.
Terkadang pusar yang bau bisa menjadi tanda dari suatu kondisi yang membutuhkan perhatian medis, seperti infeksi atau kista. Dilansir dari Healthline, penyebab pusar bau dapat berkisar dari kebersihan yang buruk hingga infeksi.
Pusar Anda memiliki ekosistem kecilnya sendiri. Para peneliti telah menemukan bahwa pusar kita mungkin menjadi rumah bagi hampir 70 jenis bakteri yang berbeda. Jamur dan kuman lainnya juga bisa terperangkap di dalam daerah pusar.
Kuman ini memakan minyak, kulit mati, kotoran, keringat, dan kotoran lain yang terjebak di pusar Anda. Kemudian mereka berkembang biak.
Bakteri dan kuman lain menciptakan bau tidak sedap, seperti halnya bau ketiak saat Anda berkeringat. Semakin dalam pusar Anda, semakin banyak kotoran dan kuman yang bisa menumpuk di dalamnya.
Hasil dari campuran bakteri, kotoran, dan keringat ini adalah bau yang tidak sedap. Kabar baiknya adalah mudah untuk mengatasi bau dengan beberapa kebiasaan kebersihan yang baik.
Selain itu bau tidak sedap juga bisa jadi tanda infeksi. Candida adalah sejenis ragi yang suka tumbuh di lingkungan gelap, hangat, dan lembab, seperti selangkangan dan ketiak.
Pusar Anda juga menyediakan habitat yang sempurna untuk makhluk kecil ini, terutama jika Anda tidak menjaganya tetap bersih. Anda lebih mungkin terkena infeksi jamur jika Anda menderita diabetes mellitus.
Baca Juga: Idap Kanker Ovarium, Feby Febiola Panik Dokter Bilang Begini
Diabetes mellitus adalah penyakit dengan kadar gula darah di atas normal (hiperglikemia), dan hiperglikemia ini mengurangi kemampuan sistem kekebalan Anda untuk melawan infeksi.
Operasi baru-baru ini pada perut Anda, seperti operasi untuk memperbaiki hernia pusar, dapat menyebabkan area pusar Anda berisiko lebih tinggi terkena infeksi.
Kulit di dekat tindik pusar juga bisa terinfeksi. Setiap kali Anda membuat lubang di kulit, bakteri bisa masuk ke dalam.
Selain itu, bau tersebut bisa jadi tanda kista. Seperti diketahui, kista epidermoid adalah benjolan yang dimulai di lapisan atas kulit, dan kista pilar dimulai di dekat folikel rambut.
Kedua kista ini mengandung sel di dalam membran yang menghasilkan dan mengeluarkan lumpur protein keratin yang kental. Jika salah satu dari kista ini membesar dan pecah, kotoran yang kental, kuning, dan berbau busuk akan mengalir keluar.
Mungkin juga kista ini terinfeksi. Dokter Anda dapat mendiagnosis dan menyediakan perawatan untuk jenis-jenis kista ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak